CEO Deltras Menilai Liga 2 Masih Kurang Mendapat Perhatian

Rendi Irwan, kapten Deltras FC merayakan gol yang berhasil dicetak ke gawang tim Kalteng Putra pada pertandingan Liga 2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin (30/9). FOTO:ANGGER BONDAN/JAWA POS

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memiliki direksi anyar. Deltras FC menyambut baik jajaran tersebut. Pihak manajemen punya harapan khusus.

’’Kami harap kompetisi bisa segera berjalan. Dan, direksi yang baru mampu menaikkan value Liga 2,’’ kata CEO Deltras Amir Burhannudin kepada Jawa Pos.

Pria asli Tuban itu menilai Liga 2 masih kurang mendapat perhatian secara maksimal. Padahal, banyak klub besar yang bermain di kasta kedua tersebut.

Selain Deltras, ada Persipura Jayapura, Persela, Gresik United, hingga PSMS Medan. Tim-tim tersebut pernah berlaga di kompetisi teratas. Bahkan cukup disegani di sepak bola Indonesia.

Masalahnya, kompetisi Liga 2 selalu mengikuti apa yang terjadi di Liga 1. Jika kompetisi kasta teratas mandek, Liga 2 juga otomatis mengikuti.

Selain itu, Amir melihat ada banyak kerugian yang dialami klub Liga 2. Terutama soal pendapatan klub.

’’Sangat tidak signifikan apa yang diperoleh klub dari LIB dibanding dengan beban biaya yang ditanggung oleh klub. Sementara semua nilai komersial baik yang on air maupun off air diambil semua oleh LIB,’’ jelasnya.

Karena itu, klub selama ini harus pintar-pintar mengelola keuangan. Pemasukan terbesar jelas berasal dari pihak sponsor. Padahal, seharusnya ada bagi hasil yang jelas dengan LIB soal nilai komersial on air dan off air. Tentu saja hal itu cukup memberatkan bagi tim strata kedua.

’’Makanya, kalau perlu, Liga 2 harus dibuatkan operator sendiri. Agar ke depan hal-hal seperti itu tidak terulang,’’ ucap Amir.

Artinya, LIB tidak akan menjadi operator kompetisi Liga 2. Hanya fokus menangani Liga 1. Amir yakin, dengan adanya operator tersendiri, pengelolaan kompetisi di Liga 2 akan lebih matang dan bagus.

Dia berharap suaranya bisa diperhatikan. Sebab, semua klub Liga 2 tentu ingin kualitas kompetisi terus meningkat. Dengan begitu, value Liga 2 otomatis naik. Sehingga klub bisa mendapat pemasukan yang lebih maksimal. Termasuk dari pihak sponsor. (Jawapos)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.