Manajemen Sriwijaya FC Berharap Kompetisi Segera Digulirkan Usai PT Liga Gelar RUPSLB

Manajemen Sriwijaya FC berharap kompetisi di Indonesia kembali digelar usai Liga di stop pasca kerusuhan di Kanjuruhan Malang.

Seperi diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga Indonesia hari ini dijadwalkan menjalani RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa).

“Kita menunggu keputusan RUPSLB siapa Dirut PT LIB (Liga Indonesia Baru) yang ditunjuk oleh pemegang saham dan bagaimana kelanjutan liga,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid SH selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC, Selasa (15/11/2022).

Menurut Faisal Mursyid, tentunya untuk kelanjutan liga ini kan tidak bisa keputusan yang berdiri sendiri. Keputusan itu kan ada di tangan pemerintah.

Menanggapi isu kelanjutan liga bakal digelar setelah KLB PSSI dilaksanakan yakni 16 Februari 2023, Faisal Mursyid pesimis kompetisi bakal dilanjutkan.

“Kalau menunggu sampai KLB, tidak mungkin lagi kompetisi tahun ini dilanjutkan,” kata Faisal Mursyid yang sebelumnya menjabat Plt Sekretaris Asprov PSSI Sumsel.

Ketika disinggung untuk pembayaran gaji pemain, kalau manajemen Sriwijaya FC, melihat perkembangan terakhir. Artinya kondisi-kondisi ini sudah membacanya.

“Cuma kan keputusan ada di Direksi PT SOM untuk memutuskannya. Karena kita memang kegiatan gak ada, kegiatan kompetisi ini kan dihentikan. Bagaimana nanti itu dengan perkembangan yang sudah berjalan ini akan dijadikan sebuah keputusan nantinya,” kata Faisal Mursyid.

Diakuinya, saat ini sudah masuk satu bulan lebih tanpa ada kegiatan kompetisi. Itu masih dalam kondisi begitu, manajemen SFC melihat situasi ini memang menyulitkan.

Makanya semua ketentuannya kan sudah ada. Kalau dikatakan Januari, setelah Januari atau setelah Februari kompetisi akan dilaksanakan,ia pesimis.

“Kapan kompetisi ini akan dilaksanakan Maret saja kita sudah masuk bulan puasa ramadhan. Tidak mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, bukan hanya akan ada agenda Piala Dunia U20 saja. Hal ini kompleks permasalahannya sekarang. Karena transformasi sepakbola itu yang gimana gitu.

Audit stadion, kemarin memang ada audit pihak PUPR, namun hasilnya gimana juga tidak tahu.

Sebab audit stadion itu bukan di Palembang saja. Di tempat lain. Jadi faktor-faktor ini banyak yang masih kita hadapi.

“Makanya kita masih menunggu kebijaksanaan, keputusan PSSI terkait masalah ini. Kalau berharap kompetisi segera dilanjutkan, itu dari awal kita berharap. Cuma keputusan PSSI ini gimana terhadap nasib klub-klub ini. Bulan liga 2 saja, tetapi Liga 1, Liga 3 kan disetop juga,” ujarnya.

Dalam kondisi sekarang memang keputusan atau kebijakan masing-masing manajemen klub untuk menggaji pemain. Mereka kan berdasarkan surat PT LIB Kompetisi dihentikan.

“Sudah berjalan ada beberapa klub lain yang tidak full menggaji pemain. Silahkan tanyakan dengan Direksi, Pak Indrayadi. Saya tidak bisa jawab itu. Karena itu hal yang prinsip,” pungkasnya. (SP/Abdul Hafiz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.