Sriwijaya FC Segera Surati PSSI dan PT LIB Agar Liga 2 Dapat Digelar Paling Lambat Desember 2022

Sriwijaya FC kini bakal segera menyurati PSSI dan PT LIB terkait kompetisi.

Sriwijaya FC mendesak agar Liga 2 Indonesia dapat bergulir paling lambat pada Desember 2022.

Manajemen tim Sriwijaya FC bakal mendiskusikan perlu tidaknya menyurati PSSI dan PT LIB atas tertundanya kompetisi Liga 2 yang dinilai tidak mesti menunggu gelaran KLB PSSI.

Direktur Teknik PT SOM Indrayadi SE selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC meminta agar paling lambat Desember 2022 ini Liga 2 mesti digulirkan.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak yang harus kita pikirkan juga kompetisi itu Desember ini harus diputar. Kalaupun tidak, kita mendesak PSSI untuk mengeluarkan regulasi karena ada semacam kewajiban klub yang sampai saat ini harus kita bayarkan ke pemain,” ungkap mantan Pelatih Kiper Sriwijaya FC ini, Sabtu (12/11/2022).

Ia mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan dengan Manajer SFC Hendriasnyah ST MSi terkait perlu tidaknya menyurati PSSI atas tertundanya kompetisi.

Indrayadi yang baru saja terpilih menjadi anggota Exco pada KLB Asprov PSSI Sumsel, harusnya dipikirkan juga beberapa klub yang sudah tidak sanggup lagi membayar salary pemain akibat tertundanya kompetisi.

“Di liga 2 beberapa klub yang sudah kesulitan dalam pendanaan. Alhamdulillah klub kita belum. InsyaAllah masih aman. Sejauh ini kita menjaga keuangan kita untuk bisa mengakomodirlah kebutuhan tim,” jelas Indrayadi.

Menanggapi KLB PSSI baru akan digelar 16 Februari 2023, mantan kiper PS Pusri Palembang era Galatama yang pernah dipanggil Timnas ini mendukung agar segera dilakukan KLB susuai desakan TGIPF.

“Kita mendukung KLB. Malahan kalau bisa secapat mungkin. Kalau bisa jangan nunggu Februari 2023. Saya pikir kalau menunggu jadwal RUPSLB PT LIB dan KLB PSSI, tentu kompetisi tidak akan diputar. Bakal stag, tidak ada pergerakan sama sekali,” kata Indrayadi.

Menyitir statemen petinggi PT LIB yang mengatakan seharusnya April 2023 kompetisi sudah harus selesai karena menjelang Piala Dunia U20 dimana Indonesia termasuk Palembang menjadi rumah penyelenggara.

“Tapi kalau berkelanjutan sampai habis Februari 2023, saya pikir tidak akan dimungkinkan lagi diputar kompetisi dan hal ini akan merugikan kepada tim. Kami dari manajemen juga berpikir uang yang sudah cukup besar dikeluarkan selama ini harus dipertanggungjawabkan. PSSI dan PT LIB harus ikut terlibat untuk bertanggungjawab,” kata Indrayadi.

Indrayadi melihat saat ini pengurus PSSI maupun PT LIB sekarang masih sah, belum ada KLB, RUPSLB. Artinya regulasi yang memang sebagai induk organisasi diminta harus aktif berkoordinasi dengan pihak keamanan, membuat jadwal, presentasi kompetisi yang akan dilanjutkan ini modelnya bagaimana.

“Apakah tidak perlu tanpa penonton atau desentralisasi atau bagaimana. Sudah harus disampaikan terus, diedukasi pihak keamanan hingga mereka paham juga bahwa ini menyangkut bseratus ribuan stakeholder yang punya kepentingan di dalam sepakbola,” kata mantan jebolan PPLP Sepakbola Sumsel. (SP/Fiz)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.