Tuntut Keadilan, Aremania Siap Bertolak ke Jakarta untuk Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Aremania berencana akan bertolak ke Jakarta untuk mencari keadilan guna mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan.

Kedatangan Aremania ke Jakarta itu ialah untuk membuat laporan ke Mabes Polri, hingga mendatangi kantor-kantor negara seperti istana negara.

“Aksi solidaritas ini merupakan aksi pertama setelah masa berduka 40 hari.”

“Berikutnya ada banyak kemungkinan, akan ada aksi-aksi lebih besar, baik itu di Malang maupun di Jakarta,” ucap Pendamping Tim Gabungan Aremania, Andi Irfan saat aksi solidaritas pada 10 November 2022.

Dia mengatakan, bahwa masa berkabung Aremania selama 40 hari telah usai.

Di mana selama 40 hari kemarin, pihaknya menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang lebih jauh.

Pada saat itu, TGA hanya melakukan pengumpulan fakta, pengumpulan keterangan, dan beberapa upaya spesifik soal investigasi.

“Setelah berkabung selesai. Kami bersama teman-teman Aremania akan memanggil Aremania di luar Malang, temen-temen suporter lain yang punya simpati dengan kejadian tragedi Kanjuruhan, apakah teman-teman di Jakarta, Bandung, Semarang, bisa bergabung bersama kami untuk memperluas gerakan ini,” ujarnya.

Irfan mengatakan, bahwa Ribuan Aremania bisa jadi akan bersama-sama untuk ikut lapor ke sejumlah kantor negara yang punya kewenangan.

Mulai dari Mabes Polri, Divpropam Polri, Komnas HAM, Komnas perempuan, kantor-kantor kementerian terkait, hingga komisi perlindungan anak.

“Karena saat kejadian ada banyak korban perempuan. Jadi ini hanya awal untuk membuka aksi-aksi berikutnya, tindakan-tindakan berikutnya, karena masa berkabung telah selesai 40 hari,” ucapnya.

Gerakan yang akan dilakukan oleh Aremania ini kata Irfan bukanlah sebuah gerakan suporter biasa.

Melainkan ialah gerakan untuk menuntut keadilan Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan 135 korban jiwa dan lebih dari 700 yang mengalami luka-luka.

“Ini merupakan gerakan menuntut keadilan. Karena peristiwa ini bisa menimpa siapa pun, tidak hanya Aremania.”

“Sekarang mungkin menimpa Aremania, besok mungkin Bonek di Surabaya, mungkin The Jak di Jakarta, mungkin yang lain, ketika pertandingan bola mengalami persekusi yang berlebihan dari polisi,” tandasnya. (Tribun Jatim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.