3 Pesepak Bola Legendaris Indonesia yang Pernah Mengguncang Liga Malaysia: Bepe Paling Sukses

Indonesia dan Malaysia dikenal punya rivalitas tinggi dalam hal sepak bola. Namun dibalik itu, ada beberapa pemain Indonesia yang pernah menjadi pujaan di Liga Malaysia.

Pada 2000-an, banyak pemain top Tanah Air yang mencoba peruntungan di liga tetangga. Seperti Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, Hamka Hamzah, Budi Sudarsono, Evan Dimas, hingga yang masih bertahan sampai sekarang, Saddil Ramdani.

Tetapi, tidak semua pemain Indonesia sukses di Negeri Jiran. Hanya beberapa saja yang bisa merasakan gelar juara.

Pasalnya, tak semua pemain Indonesia membela tim papan atas di Malaysia. Bola.com merangkum beberapa pemain yang berhasil mengukir namanya di Negeri Jiran.

Setidaknya ada tiga nama yang pernah mengangkat trofi juara di Malaysia bersama Selangor FA. Berikut ini ulasannya.

Bambang Pamungkas

Striker yang satu ini bermain di Selangor FA selama dua musim, yakni 2005 dan 2006. Waktu itu dia didatangkan Selangor bersama rekannya di Timnas Indonesia, Elie Aiboy.

Bisa dibilang membela Selangor FA adalah satu di antara puncak karier Bepe, sapaab akrabnya. Dua musim di sana, dia meraih 6 penghargaan.

Juara Piala Sultan Selangor, Liga Perdana Malaysia, Piala FA, Piala Malaysia, Pemain Asing Terbaik Piala Malaysia, dan Top Skorer Piala FA. Semua prestasi itu didapat pada musim pertamanya di Selangor FA, yakni 2005.

Yang paling fenomenal adalah hattrick yang dibuatnya dalam final Piala Malaysia 2005 melawan Perlis di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Gol-gol Bambang sampai saat ini banyak beredar di kanal YouTube. Padahal momen itu sudah 17 tahun silam.

Bepe yang waktu itu berusia 25 tahun memperlihatkan kelebihannya sebagai striker haus gol. Meski posturnya tidak terlalu tinggi, tak ada yang bisa mengimbanginya dalam due udara.

Dua gol yang dicetak waktu final Piala Malaysia berasal dari tandukan kepalanya. Itu sudah jadi ciri kash pemain jebolan Diklat Salatiga tersebut.

Elie Aiboy

Dia datang bersamaan dengan Bambang Pamungkas pada 2005 dan 2006. Sehingga gelar yang didapatkan Elie sama seperti Bepe.

Bedanya, Elie tak terpilih sebagai pemain asing terbaik dan tidak jadi top skorer seperti rekannya. Meski demikian, pemain asal Papua itu memperlihatkan permainan atraktif di sayap kanan.

Skill individu dan kecepatannya waktu itu sulit dihentikan. Kala itu, Elie yang masih berusoa 26 tahun menjadi pelayan utama Bambang Pamungkas.

Dia seperti tahu bola yang diinginkan tandemnya tersebut. Jika kembali melihat cuplikan final Piala Malaysia 2005, Elie memberikan dua assist lewat tendangan penjuru kepada Bambang.

Adapun gol ketiga Bepe, Elie juga terlibat. Dia yang memberikan umpan terobosan kepada rekannya yang kemudian memberikan assist untuk Bambang. Selangor akhirnya menang telak 3-0 atas Perlis.

Tetapi, ada sebuah cerita menarik antara Elie dengan Selangor. Kejadiannya saat perwakilan Selangor FA memantau permainan Bambang Pamungkas di Persija (sebelum direkrut Selangor).

Waktu itu Selangor kepincut dengan permainannya yang memberikan banyak assist untuk Bambang Pamungkas. Manajer Selangor mengiranya sebagai pemain asing asal Afrika, karena skill individu dan kecepatannya di atas rata-rata.

Andik Vermansah

Sepertinya Selangor masih belum bisa move on dari pemain Indonesia. Setelah era Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy, ada satu pemain lagi yang didatangkan pada musim 2013, yakni Andik Vermansah.

Pemain gesit tersebut waktu itu jadi salah satu pemain paling berbakat Indonesia. Sebelumnya, dia sempat menjalani trial dan dapat tawaran gabung dengan Ventforet Kofu (Jepang) dan DC United (Amerika Serikat).

Tetapi akhirnya, Andik memutuskan untuk bergabung dengan Selangor. Di Malaysia, Andik membela Selangor selama 4 musim.

Musim pertamanya dia ikut membawa tim tersebut jadi runner-up Liga Super Malaysia. Satu musim berikutnya, Andik berkontribusi membawa gelar juara Piala Malaysia.

Sebenarnya, Andik Vermansah beberapa kali diganggu cedera ketika bermain di Selangor. Itu sebabnya dia tak selalu jadi pilihan utama. Namun ketika dalam kondisi fit, kecepatannya menyisir sektor sayap dimaksimalkan oleh Selangor.

Selama empat musim membela Selangor FA, total Andik bermain dalam 67 pertandingan dan mencetak 11 gol. Setelah itu dia hengkang ke klub Malaysia lainnya, Kedah FA pada musim 2018.

Setelah lima musim merantau di Malaysia, dia pulang ke Indonesia membela Madura United pada musim 2019. Kini, dia masih bertahan di Bhayangkara FC (Bola.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.