Rezeki Enggak ke Mana, PSM Diguyur Bonus Rp750 Juta Saat Kompetisi Berhenti

PSM Makassar semringah. Bagaimana tidak, manajemen klub baru saja mendapatkan bonus uang ratusan juta rupiah. Seperti kata pepatah, kalau sudah rezeki memang enggak ke mana.

Pemberian bonus ini seperti durian runtuh, Saat ketidakpastian Liga 1 2022/2023 dan tim sedang mengecangkan ikat pinggang, tiba-tiba kas klub terisi ratusan juta rupiah. Bonus itu sebagai apresiasi dari pemerintah daerah.

Apresiasi tinggi diberikan kepada PSM Makassar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan. Setelah tampil di Piala AFC 2022 dan sukses melaju sampai babak final zona ASEAN, Pasukan Ramang diguyur bonus. Jumlahnya sangat besar, yakni Rp750 juta.

Bonus tersebut diserahkan langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di sela-sela membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII di Kabupaten Sinjai, Sabtu (22/10/2022).

“Hari ini kami serahkan Rp750 juta untuk mendukung pembinaan atlet,” tutur Sudirman saat menyerahkan bonus secara simbolis kepada PSM Makassar.

Hadir saat penyerahan bonus, media officer klub PSM Makassar, Sulaiman Karim, dan pemain muda Juku Eja, Ananda Raehan. Setelah menerima bonus, Sulaiman mengucapkan terima kasih atas apresiasi Pemprov Sulawesi Selatan.

“Terima kasih, kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah. Apalagi di tengah ketidakpastian sepak bola kita. Semoga ini bisa jadi motivasi besar untuk kami di PSM agar lebih berprestasi lagi ke depannya,” ujar Sulaiman.

Sulaiman Karim menegaskan, PSM Makassar tidak hanya membawa nama klub ketika berlaga di Piala AFC, melainkan membawa nama daerah dan negara.

“Kalau di kompetisi internasional, kami bukan hanya membawa nama klub. Ada nama daerah dan Indonesia yang kami bawa juga,” ujar Sulaiman.

Ketika tampil di Piala AFC 2022, PSM Makassar tersingkir di fase final zona ASEAN ketika melawan Kuala Lumpur FC di Malaysia dengan skor 5-2. Ini adalah kali ketiga PSM mewakili Indonesia di ajang Piala AFC.

Pada 2019, PSM Makassar terhenti di fase semifinal zona ASEAN. Kemudian pada 2020, hanya sampai penyisihan grup. Kala itu memang Piala AFC harus selesai prematur karena pandemi COVID-19.