Presiden Arema FC Siap Terima Sanksi Pasca Kerusuhan Kanjuruhan

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana atau Juragan 99 mengaku siap bertanggung jawab penuh atas tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam.

Dia juga memohon maaf atas tragedi yang menewaskan 125 orang pasca kekalahan Arema atas Persebaya dengan skor 3-2 tersebut.

”Saya siap bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada korban, masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimpa keluarga besar Arema pada 1 Oktober,” papar Gilang di kantor Manajemen Arema FC, Senin (3/10).

Saat ini, manajemen tengah dalam kondisi shock. Terutama para pemain dan pelatih yang hadir langsung saat kerusuhan terjadi. Gilang menyesali kejadian tersebut. Langkah berikutnya, Gilang berjanji bakal memberikan santunan pada keluarga korban.

”Saya siap bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Saya siap memberikan bantuan, santunan, meskipun itu tidak akan bisa mengembalikan nyawa korban,” terang Gilang.

Dia memastikan, hari ini (3/10), bersama pemain dan pelatih bakal berangkat dan mengikuti prosesi tabur bunga di Stadion Kanjuruhan. Rombongan lalu bakal melayat ke rumah korban.

”Kejadian ini di luar prediksi, di luar nalar. Di pertandingan itu semua pendukung kita, tidak ada satu pun pendukung lawan. Bagaimana bisa kejadian menewaskan ratusan orang. Kejadian yang mungkin tidak akan ada di dunia,” tutur Gilang sambil menyeka air mata.

Dia berjanji menerima sanksi apapun dari PSSI ataupun pemerintah. Terlebih kini investigasi tengah dilakukan dari pemerintah dan juga eksternal manajemen.

”Saya siap menerima apapun. Sanksi apapun yang akan didapatkan. Saya tidak ada maksud mencari uang. Selama jadi presiden tidak ada satu rupiah masuk ke rekening. Tidak nyari uang di Arema. Maka tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang. Semoga jadi pelajaran dan diambil hikmah,” ucap Gilang. (Jawapos)