Pentolan Bonek Andie Peci Ingin ke Malang untuk Ucapkan Duka: Kalau Diperbolehkan Aremania

Pentolan Bonek suporter Persebaya Surabaya, Andie Peci, turut berduka atas Tragedi Stadion Kanjuruhan yang merenggut ratusan nyawa Aremania.

Tragedi selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), merenggut nyawa 125 orang.

Jumlah korban 125 itu berdasarkan keterangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Minggu (2/10/2022).

Terkait insiden memilukan di Stadion Kanjuruhan itu, Andie Peci pun mengutarakan niatnya untuk datang ke Malang.

Kelak, kedatangan Andie Peci ke Malang untuk mengucapkan duka sembari merancang gerakan mengusut tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Niat ini disampaikan Andie Peci melalui cuitan di akun Twitter-nya, Senin (3/10/2022).

“Kalo diperbolehkan oleh Aremania, saya akan datang ke Malang.”

“Untuk mengucapkan duka dan bersama-sama dalam gerakan usut tuntas tragedi di Kanjuruhan. Matur suwun,” begitu cuitan Andie Peci yang dikutip SURYA (Tribun Jatim Network).

Diberitakan sebelumnya, Andie Peci mengajak Bonek untuk menghormati para korban yang meninggal dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Sebagai wujud penghormatan pada para korban yang mayoritas Aremania, Andie Peci mengimbau agar Bonek tak melakukan acara penyambutan kedatangan tim Persebaya di Surabaya.

Hal itu ditulis Andie Peci dalam akun Twitter miliknya dan juga Instagram pribadinya.

“Untuk menghormati korban yang meninggal dunia di Malang, sebaiknya tidak perlu ada konvoi atau arak-arakan untuk menyambut Persebaya di Kota Surabaya,” tulis Andie Peci, Minggu (2/10/2022) dini hari.

Seperti diketahui, konvoi penyambutan tim Persebaya di Surabaya sudah menjadi tradisi setelah Persebaya bertanding di luar kandang, terlebih setelah menghadapi tim rival.

Apalagi dalam pertandingan ini Persebaya menang 2-3 melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan.

Namun untuk kali ini Andie Peci mengimbau agar Bonek tak melakukan acara penyambutan karena pertandingan berakhir tragis lantaran merenggut ratusan nyawa.