Ketua Umum PSSI dan Dirut PT LIB Bisa Saja Diperiksa Polisi untuk Tragedi Kanjuruhan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut Ketua Umum PSSI dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa saja diperiksa kepolisian terkait tragedi Stadion Kanjuruhan.

Hal itu disampaikan Mahfud MD saat ditanya wartawan soal kemungkinan pemeriksaan terhadap Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, dan Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Mahfud MD mengatakan, keputusan untuk memeriksa Mochamad Iriawan ataupun Akhmad Hadian Lukita merupakan bagian dari wewenang kepolisian.

Oleh sebab itu, dia menegaskan bahwa semua proses penegakan hukum atas terjadinya kericuhan di Stadion Kanjuruhan itu dipercayakan pada pihak kepolisian.

“Itu sudah masuk dalam teknis Pro Justicia soal siapa yang harus diperiksa oleh kepolisian atau tidak,” kata Mahfud MD dalam sesi konferensi pers virtual, Senin (3/10/2022).

“Untuk sekarang, (pemeriksaan terhadap Ketua Umum PSSI dan Dirut PT LIB) terserah kepada Polri,” tuturnya melanjutkan.

Selain itu, Mahfud MD juga menyinggung soal proses investigasi yang nantinya dilakukan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, saat memberikan keterangan pers terkait tindak lanjut tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Oktober 2022.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, saat memberikan keterangan pers terkait tindak lanjut tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Oktober 2022. DOK Kemenkopolhukam

Nantinya, apabila ditemukan unsur-unsur tindak pidana yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, TGIPF akan meminta kepolisian untuk memeriksanya.

“Untuk selanjutnya nanti tergantung pada temuan TGIPF. Kalau ada sesuatu yang mengarah pada tindak pidana, pasti akan diperiksa. Siapa pun itu,” ujar Mahfud MD.

Sebelumnya, Mahfud MD juga telah mengumumkan struktur Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

Mahfud MD mengatakan, TGIPF ini dibentuk pemerintah untuk membantu penyelidikan terjadinya insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Sebab, peristiwa kelam seusai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu sejauh ini sudah memakan korban sebanyak 125 jiwa.