Sanksi Terlalu Berat, Persebaya Surabaya Ajukan Banding ke Komdis PSSI

Manajemen Persebaya Surabaya mengajukan banding kepada Komdis (Komisi Disiplin) PSSI terkait sanksi yang dianggap terlalu berat. Itu dilakukan setelah Persebaya menerima surat keputusan dari Komdis yang berisi sanksi atas kerusuhan suporter di Gelora Delta Sidoarjo saat Persebaya dikalahkan oleh Rans Nusantara dengan skor 1-2.

Sanksi yang dijatuhkan kepada Persebaya adalah hukuman denda Rp 100 juta dan larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama lima laga beruntun. Ram Surahman, Sekretaris Persebaya mengatakan pihaknya telah mengirim permohonan banding setelah turunnya SK Komdis PSSI itu.

Manajemen Persebaya meminta pengurangan hukuman yang dijatuhkan oleh PSSI dan kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi tim selanjutnya.

“Terkait dengan turunnya SK Komdis PSSI, Persebaya hari ini mengirim permohonan banding. Selanjutnya, sesuai regulasi, ada waktu tujuh hari untuk menyiapkan memori banding. Untuk alasan, nanti kita akan ketemu tim legal untuk menyiapkan memori bandingnya. Yang jelas, kita minta pengurangan hukuman. Bagian dari spirit sanksi sebagai proses edukasi,” ungkap Ram.

Diketahui sebelumnya, tim Bajul Ijo mendapat hukuman berat dari Komisi Disiplin PSSI buntut kerusuhan yang dilakukan suporter mereka usai pertandingan melawan Rans Nusantara FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, 15 September lalu.

Kepastian itu diungkap pihak Persebaya melalui akun media sosial. Dalam surat Komdis PSSI tertanggal 22 September, disebutkan Persebaya mendapat dua hukuman. Pertama Persebaya mendapat hukuman denda Rp100 juta. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing itu juga disebutkan Persebaya dihukum larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama lima laga beruntun. [way/suf/beritajatim.com]