Gara-gara Flare dan Tisu Toilet, Bali United Didenda Rp400 Juta oleh AFC

Bali United dijatuhi sanksi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), buntut insiden Piala AFC 2022.

Melalui rilis resmi AFC pada Senin (29/8/2022), ada beberapa hal yang membuat klub berjuluk Serdadu Tridatu itu dijatuhi hukuman.

AFC menyatakan beberapa pelanggaran disiplin dilakukan Bali United dalam laga terakhir di babak penyisihan grup Piala AFC 2022 melawan Kaya FC Iloilo.

Lebih detail yakni menyalakan suar atau flare, lemparan botol dan tisu toilet, serta spanduk yang mengandung hinaan.

Atas pelanggaran itu, AFC menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 30.000 dollar atau setara dengan Rp447 juta.

Selain itu, Bali United juga mendapat hukuman tambahan berupa mengosongkan 75 persen kapasitas stadion pada laga kandang selanjutnya di laga level AFC.

“Suporter tuan rumah melepaskan sekitar empat puluh enam (46) alat pembakar (yaitu sekitar tiga puluh (30) suar api, sekitar enam (6) bom asap dan sekitar sepuluh (10) kembang api) di akhir pertandingan, tindakan perilaku yang tidak pantas,” dikutip dari dokumen resmi AFC.

“Suporter tuan rumah melemparkan kurang lebih delapan puluh enam (86) misil (yaitu kira-kira sepuluh (10) botol air yang terisi sebagian, kira-kira empat puluh (40) tisu toilet, kira-kira dua puluh (20) suar api, kira-kira enam (6) bom asap dan sekitar sepuluh (10) kembang api) ke area sekitar lapangan permainan pada akhir pertandingan, tindakan perilaku yang tidak pantas.”

“Bali United FC harus membayar total denda sebesar US$30 ribu yang harus diselesaikan dalam waktu 90 hari sejak tanggal keputusan ini dibuat.”

“Bali United FC wajib memainkan satu pertandingan dengan penutupan sebagian stadion yaitu penutupan stadion 75 persen. Perintah ini berlaku di Bali United FC. Laga kandang selanjutnya dimainkan di wilayah Indonesia dalam kompetisi antarklub AFC,” lanjut pernyataan AFC.