Diserbu Bonek Usai Lakukan Tekel Horor Atas Koko Ari, Kei Hirose Langsung Minta Maaf

Gelandang bertahan Borneo FC, Kei Hirose menyampaikan permintaan maafnya usai melakukan tackle brutal ke bek Persebaya Surabaya Koko Ari.

Permintaan maaf itu terlihat dari instagram story terbaru dari Kei Hirose di akun pribadinya @jjmi_kei_.

Pemain asal Jepang itu mengunggah foto dirinya bersama Koko Ari seusai pertandingan.

Ia juga mengucapkan permintaan maafnya usai melakukan aksi keras di atas lapangan yang mengakibatkan Koko Ari tak bisa melanjutkan pertandingan.

“Maaf atas kesalahan saya” tulis Kei Hirose.

Eks pemain Persela Lamongan itu juga menandai akun instagram resmi Persebaya dan Koko Ari dalam permintaan maafnya.

Diserbu Bonek

Sebelumnya, Kei Hirose harus menghadapi serbuan Bonek setelah aksinya melakukan tackle brutal ke Koko Ari Araya.

Terkini, postingan terbaru Kei Hirose sudah dibanjiri oleh 9800 komentar dari para Bonek.

Pemain berusia 26 tahun tersebut sudah membatasi kolom komentarnya saat ini.

Kronologi Tekel Brutal ke Koko Ari

Peristiwa tersebut terjadi pada lanjutan pekan kelima Liga 1 2022-2023 antara Borneo FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Segiri, Samarinda pada Jumat (19/8/2022) sore WIB.

Peristiwa horor tersebut terjadi pada menit kelima belas babak pertama.

Baik Koko Ari dan Kei Hirose terlibat dalam perebutan bola di dekat garis tepi lapangan.

Kei Hirose pun menerjang tulang kering Koko Ari dengan sangat keras.

Koko Ari seketika langsung mengerang kesakitan dan tak bisa melanjutkan pertandingan.

Koko Ari pun langsung digantikan Alta Ballah di sisa laga.

Sementara Kei Hirose hanya mendapatkan kartu kuning dari wasit sore itu.

Disindir Aji Santoso Usai Laga

Seusai laga yang berakhir untuk kemenangan Borneo FC dengan skor 2-1, Aji Santoso terlihat menyindir aksi brutal Kei Hirose.

“Saya tidak mau komentari pertandingan, karena di dalam sepak bola bisa kalah dan bisa menang. Yang saya sayangkan adalah kenapa wasit tidak tegas mengambil keputusan terutama Kei Hirose, mungkin kakinya si Koko dia patah, dia tidak bisa berjalan, hari ini mau dironsen, kenapa wasit tidak bisa melindungi pemain, itu yang saya sangat sesalkan,” kata Aji Santoso pada konferensi pers setelah pertandingan.

Aji menilai, melihat kerasnya pelanggaran yang dilakukan Kei Hirose, seharusnya bukan kartu kuning lagi, tapi kartu merah secara langsung.

“Itu pelanggarannya sangat keras dan disengaja, itu yang saya sayangkan,” tegas Aji Santoso.

Aji berpendapat seharusnya wasit lebih bisa melindungi pemain, karena dalam sepak bola bukan hanya soal kalah dan menang.

“Sepak bola tidak hanya soal menang dan kalah tapi juga sportivitas dan etika di lapangan,” kata pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Ia cukup menyangkan karena pelanggaran brutal ini dilakukan oleh pemain asing.

“Seharusnya dia pemain asing memberi contoh yang baik pada pemain lokal, dia tidak berpikir bagaimana kalau cedera menimpa dia sendiri, kasihan masa depannya, kasihan keluarga dan saudara-saudaranya. Cederanya kena di kaki yang sama ketika cedera sebelumnya. Mudah-mudahan saja nanti, kita lihat perkembangan seperti apa. Tapi yang jelas dia keluar mau ke bispun ditandu karena tidak bisa jalan,” ungkapnya.