Persib Gigit Jari, Paul Munster Pilih Jadi Dirtek Timnas Negara Tetangga

Lepas berpisah dengan Bhayangkara FC, Paul Munster rupanya memilih untuk tidak melatih di Liga 1 Indonesia setidaknya untuk sementara waktu.

Pria berpaspor Swedia tersebut justru kini menerima pekerjaan sebagai direktur tekhnik timnas Brunei Darussalam yang praktis juga mengakhiri spekulasinya bergabung dengan Persib Bandung.

Paul Munster memang jadi salah satu nama yang paling santer dihubungkan dengan Persib usai Robert Rene Alberts mundur dari posisinya sebagai juru taktik Maung Bandung tempo hari.

Ia memang belum penah menjadi juara di Liga 1. Namun pelatih kelahiran Belfast, Irlandia Utara, tersebut punya CV yang menjanjikan bersama Bhayangkara.

The Guardian di bawah asuhan Paul Munster sejak 2019 menjadi tim yang tetap konsisten bersaing di papan atas.

Pada musim terakhirnya untuk Bhayangkara di 2021/2022, Munster mempersembahkan 19 kemenangan plus 16 nirbobol dan sukses finis di peringkat ketiga yang berhadiah tiket ke Piala AFC.

Maka dari itu ketika ia memutuskan tidak lagi memperpanjang kontraknya, diprediksi banyak tim Liga 1 yang bakal mengantre bernegosiasi termasuk Persib Bandung.

Hanya saja pada Rabu (17/08/22) lalu Paul Munster resmi mengumumkan keputusannya untuk menerima tawaran dari federasi Brunei Darussalam sebagai direktur tekhnik.

“Saya senang sudah ditunjuk sebagai direktur tekhnik baru untuk FABD. Saya tidak sabar untuk segera menjalankan tugas sebagai kepala dari semua operasi sepak bola di sini. Terima kasih.” tulis Munster via Instagram.

Belum diketahui berapa lama ia dikontrak oleh Brunei namun yang jelas tugas maha berat menantinya di negeri jiran.

Mengingat mereka adalah negara dengan luas dan populasi paling kecil di Asia Tenggara, Brunei Darussalam pun adalah liliput dalam urusan sepak bola.

Tiap kali berpartisipasi dalam turnamen lingkup ASEAN, timnas mereka yang berjuluk The Hornets selalu saja jadi lumbung gol di level senior maupun junior.

Contohnya saja di Piala AFF U-16 lalu kala Brunei finis dengan selisih gol -25 hanya dari tiga pertandingan fase grup.

Di Piala AFF senior, Brunei sudah absen sejak edisi 1996 silam akibat tidak lolos kualifikasi ataupun mundur dan kena suspensi.

Pada edisi 2022 mereka belum bisa memastikan partisipasi. Belum diketahui apakah hal ini akan jadi tanggung jawab Paul Munster juga.

Munster sepertinya tergoda dengan tantangan akbar yang FABD bawakan padanya meski uang juga sepertinya bermain dalam pengambilan keputusannya.

Persib Bandung sendiri sepertinya tidak perlu bersedih karena melewatkan kans dilatih oleh manajer muda 40 tahun ini karena sepertinya ia belum teruji bekerja di bawah tekanan.

Bhayangkara FC memang salah satu penantang juara di Liga 1 bersamanya namun mereka tidak punya elemen tekanan dari publik untuk berprestasi.

Sedangkan Persib Bandung sebagai salah satu klub terbesar tanah air haram hukumnya untuk sekedar tampil oke tanpa trofi. Itulah kenapa Robert Rene Alberts ditendang.

Kabarnya kini manajemen Si Biru tengah mencari pelatih asing yang tidak kalah oke dari Paul Munster meski tanpa pengalaman Liga 1. Sebut saja Luis Milla dan Kim Do-hoon.

Manajemen Persib Bandung, belum menentukan pelatih baru pengganti Robert Rene Alberts, yang memutuskan mundur pada Rabu (10/08/22) lalu.

Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, pihaknya masih menunggu informasi dari Direktur Utama PT PBB, Glenn Sugita terkait sosok pelatih pengganti Robert Rene Alberts.

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini menambahkan, jika sudah ada keputusan terkait pelatih, manajemen dipastikan bakal mengumumkannya ke publik.

Sehingga, dia meminta semua pihak terutama Bobotoh untuk sabar menunggu. Apalagi pemilihan pelatih harus hati-hati agar Persib Bandung bisa maksimal menjalani Liga 1 2022-2023.

“Sabar, sampai saat ini juga saya belum dikasih tahu Pak Glenn. Ya kalau Pak Glenn biasanya kalau sudah dapat, sudah ok pasti Pak Glenn pasti ada berita,” ucap Umuh.