Meniti Karier di Klub Inggris, Zahra Muzdalifah Tetap Garap Skripsi dan Kerja

Sedang meniti karier di klub sepak bola asal Inggris, South Shields FC, Zahra Muzdalifah tetap menggarap skripsinya agar bisa bergelar sarjana.

Zahra Muzdalifah merupakan ikon sepak bola wanita. Ia kerap dipanggil membela Timnas Putri Indonesia, menjadi andalan di Persija Jakarta Putri, hingga tim PON DKI.

Baru-baru ini, Zahra Muzdalifah atau yang akrab disapa Zahmuz, telah mengumumkan bahwa ia mengikuti trial di klub luar negeri, tepatnya di klub South Shield FC, Inggris.

Zahra Muzdalifah akan menjalani trial selama empat bulan, dengan opsi tawaran kontrak jika tampil sesuai dengan harapan.

Sudah satu bulan sejak kedatangan Zahra Muzdalifah di Inggris. Ia mengaku sudah bisa beradaptasi, dan akhirnya bisa lebih nyaman berinteraksi dengan penggemar.

Dalam sesi QnA, Zahra mengakui bahwa ia masih berstatus sebagai mahasiswa dan sibuk menggarap skripsi, sembari juga mengejar latihan di klub asal Inggris.

“Weekdays aktivitasnya apa? Latihan, latihan, latihan, gym, terus sibuk skripsi, terus kerja. Iya aku kerja guys,” aku Zahra.

Zahra Muzdalifah menjelaskan bahwa ia adalah mahasiswa Binus University, jurusan Komunikasi Massa, dan kini sedang di tahap akhir perkuliahan atau menyusun skripsi.

“Masih (kuliah) dong, lagi sibuk skripsi sekarang. Jurusan Mass Com di Binus,” jawab Zahmuz kepada penggemarnya.

Namun, tidak dijelaskan secara rinci, apa pekerjaan Zahra Muzdalifah yang dimaksud. Apakah ia bekerja remote untuk perusahaan di Indonesia, atau kerja parttime di Inggris.

Sebelumnya, Zahra Muzdalifah mengaku cuaca di Inggris tak beda jauh dengan di Indonesia. Sehingga, ia tidak memerlukan banyak waktu untuk adaptasi di Inggris.

“Jujur untuk sekarang masih aman-aman aja karena kan masih summer, celcius-nya masih 20 ke atas lah, kalau malam baru di bawah 20,” papar Zahra Muzdalifah di IG.

“So far masih aman-aman aja sih, karena masih summer, belum tau kalau winter ya,” tambah pemain Timnas Indonesia Putri itu.

Selain soal cuaca, Zahra Muzdalifah juga harus beradaptasi dengan makanan, sebab kuliner di Inggris jauh berbeda dengan apa yang dikonsumsi oleh orang Indonesia.

Bahkan, pada satu kesempatan, Zahra sempat memamerkan bahwa ia makan serangga belalang ketika asik bermain dengan teman-teman barunya di Inggris.

“Banyak banget yg nanyain ini (kendala makanan). Jawabannya, kayaknya gue omnivora deh, gue sama sekali nggak kenapa-napa dengan makanan di sini.”

“Mau makan rumput, salad, roti, apapun itu. Nggak ada nasi, I’m fine with it,” pungkas Zahra Muzdalifah lewat Instagram Story.

Sebagai mahasiswa dan pesepak bola nasional, Zahra Muzdalifah sendiri kerap memamerkan kemampuannya berbahasa Inggris saat sesi wawancara internasional.

Maka dari itu, pesepak bola yang berposisi sebagai penyerang dan gelandang itu tidak mengalami kendala bahasa saat di Inggris.

Setidaknya, masih ada waktu hingga tiga bulan lagi bagi Zahra Muzdalifah untuk membuktikan kualitasnya. Apakah ia akan dikontrak oleh South Shields FC atau tidak.

Pesepak bola wanita, Zahra Muzdalifah populer karena ia membela salah satu tim besar, Persija Jakarta, dan juga menjabat sebagai kapten di Timnas Putri Indonesia.

Wanita kelahiran 4 April 2001 itu mulai mengenal dunia sepak bola pada usia tujuh tahun, setelah diperkenalkan oleh ayahnya.

Namun, meski sukses sebagai pesepak bola nasional, Zahra Muzdalifah tidak menomor duakan pendidikan. Ia adalah mahasiswa Komunikasi di Universitas Bina Nusantara.

Beberapa kali Zahra Muzdalifah diundang untuk trial atau bahkan ada tawaran main di klub luar negeri. Kini, ia telah menjatuhkan pilihan pada South Shields FC di Inggris.