Kualitas Jadi Alasan FC ViOn Zlate Moravce Rekrut Egy Maulana Vikri, Bukan Popularitas

Manajemen klub Superlig Slowakia FC ViOn Zlate Moravce menegaskan, Egy Maulana Vikri direkrut berdasarkan kebutuhan dan kualitas gelandang serang timnas Indonesia itu.

FC ViOn mendatangkan Egy untuk menggantikan Alexandros Kyziridis yang sudah tidak diinginkan Jan Kocian, karena memperlihatkan sikap buruk, dan pernah ‘mengancam’ sang pelatih. Kyziridis dilepas FC ViOn satu hari sebelum pengumuan perekrutan Egy.

Sejak memperlihatkan gambar Egy di akun Instagram resmi klub, jumlah pengikut media sosial FC ViOn melonjak drastis. Pada akhir pekan kemarin, jumlah pengikut sekitar 3.000, namun kini mencapai lebih dari 57 ribu follower. Hal ini tidak mengherankan, mengingat pengikut akun Instagram Egy mencapai angka dua juta.

Manajer umum Marek Ondrejka mengutarakan, ia tidak memungkiri kehadiran Egy telah membuat jumlah pengikut media sosial mereka mengalami peningkatan signifikan. Kendati demikian, Ondrejka menegaskan, klub hanya melihat kualitas Egy.

“Kami sedang mencari pengganti Alexandros Kyziridis yang keluar, dan secara tipologi kami menyukai kreativitas Egy, variabilitas menyerang, dan permainan satu lawan satu. Dia datang ke sini untuk sepakbola. Tapi tentu saja pemasaran juga bisa menjadi bonus yang bagus,” tutur Ondrejka dilansir laman resmi klub.

“Peningkatan visibilitas atau promo pada akhirnya dapat membantu, tidak hanya klub, kota atau wilayah, tetapi juga pemain kami yang lain. Lebih banyak penggemar berarti lebih banyak interaksi, misalnya dengan video, foto, dan unggahan pemain kami yang lain.”

“Jadi tidak hanya Egy yang akan terlihat, tapi semua orang. Namun, saya ulangi, kami mengambil pemain berdasarkan kualitas sepakbolanya.”

Ondrejka menambahkan, sebelum memutuskan untuk memboyong Egy, manajemen dan jajaran pelatih telah mencari tahu mengenai kualitas sang pemain. Sejumlah masukan positif membuat mereka akhirnya mengontrak Egy dengan kontrak satu tahun serta opsi perpanjangan di musim berikutnya.

Ondrejka mengungkapkan, ketika Egy tiba di Schwechat, Austria, sebelum melanjutkan perjalanan ke Slowakia, dia sudah disambut banyak warga Indonesia. Kemungkinan Egy sudah mempunyai rumah di sana.

“Kami mendapatkan referensi yang bagus tentang dia dari Senica. Begitu juga dari mantan rekan satu timnya, Giannis Niarchos dan kiper [Matus] Chropovskhy, yang sekarang bermain untuk kami,” ungkap Ondrejka kepada laman Novy Cas.

“Juraj Piroska (mantan kapten Senica) juga memberi masukan kepada kami. Kami hanya mendengar hal-hal positif tentang Egy, mulai dari jiwa olahragawannya, dan karakter.”