“Sudah Takdirnya Harus Bentrok” – FC ViOn Zlate Moravce Ungkap Alasan Batal Boyong Witan Sulaeman

Kembalinya Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman ke Superlig Slowakia ternyata menghadirkan kisah tersendiri. Manajemen FC ViOn Zlate Moravce mengaku sempat tertarik untuk memboyong Witan.

Egy dan Witan menjalani karir cukup bagus bersama FK Senica pada musim lalu. Egy terlebih dulu mendarat di Senica, dan Witan menyusulnya pada awal tahun ini saat ia dipinjamkan klub Ekstraklasa Polandia, Lechia Gdansk.

Mereka sempat bermain bersama dalam sejumlah pertandingan, sebelum akhirnya Egy lebih banyak menepi akibat cedera. Kendati demikian, performa Egy dan Witan mendapat perhatian dari publik sepakbola Slowakia.

Manajer umum FC ViOn Marek Ondrejka mengungkapkan, manajemen sebetulnya ingin mendatangkan kedua pemain itu sekaligus. Hanya saja, mereka akhirnya hanya mengambil Egy. Secara kebetulan, pengumuman perekrutan Egy dan Witan dilakukan secara bersamaan oleh masing-masing klub.

“Semuanya cukup kebetulan, meski kami tertarik kepada kedua pemain itu. Ketika kami mulai memutuskan apakah akan mengambil salah satu atau yang lainnya, Egy memberi tahu kami, Witan pasti tidak akan bisa, karena dia akan menandatangani kontrak dengan Trencin,” beber Ondrejka dikutip laman Tvnoviny.

Bahkan Ondrejka secara berseloroh menyebutkan, cerita antara Egy dan Witan ini tidak akan bisa digambarkan oleh sutradara terkenal di Slowakia, Juraj Jakubisko.

“Jadi mungkin takdir menginginkan mereka berdua bertemu lagi di lapangan (sebagai lawan). Bahkan Jakubisko tidak akan bisa menulis cerita seperti itu,” seloroh Ondrejka.

Ondrejka mengungkapkan, negosiasi antara FC ViOn dan Egy berjalan mulus, dan hanya tuntas dalam empat hari. Ketika menghubungi Egy, Ondrejka mengaku terkejut, karena pemain berusia 22 tahun itu mengenal dirinya.

“Dia memiliki wawasan yang sangat bagus tentang Superlig. Ketika saya berbicara dengannya, dia langsung tahu siapa saya. Jelas dia mengikuti kompetisi kami. Dia juga tahu bagaimana klub kami bekerja, dan mengakui dia sedang menjalin komunikasi dengan mantan rekan satu tim di Senica, Matus Chropovsky dan Giannis Niarchos, yang juga bersama kami,” beber Ondrejka.

“Dia mengatakan kepada saya, dia tidak memiliki masalah dengan kami, dan tidak mengaitkan liga Slovakia dengan masalah yang dia alami di Senica. Bersama kami, dia akan memiliki kepala yang benar-benar jernih, dan dapat mengabdikan diri sepenuhnya untuk sepakbola.”