Analisis Jitu Fabio Lefundes Bikin Madura United Kokoh di Puncak Liga 1

Madura United sukses memetik poin maksimal saat mengalahkan Persik Kediri 1-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu (6/8/2022) malam.

Gol Madura United pada laga pekan ke-3 Liga 1 2022-2023 itu dicetak oleh Esteban Vizcarra pada menit ke-46 setelah menuntaskan umpan cantik dari Beto Goncalves.

Berkat kemenangan ini, Madura United semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1 2022-2023 dengan tiga kemenangan beruntun.

Hasil impresif tidak lepas dari tangan dingin seorang Fabio Lefundes.

Ia mampu mengupas kekuatan dan kelemahan lawan sehingga Madura United mampu mengambil keputusan-keputusan tepat pada fase krusial laga.

Saat melawan Persik Kediri, Lefundes berkonsentrasi pada skema 4-2-3-1 bertahan yang diterapkan Javier Roca.

Pelatih asal Brasil tersebut melihat bahwa Persik mengandalkan serangan balik melalui aliran bola dari gelandang bertahan ke pemain sayap yang kemudian dikirim lagi ke penyerang tengah.

Ia melihat sektor sayap Persik bakal sulit ditembus secara frontal ketika menerapkan pola serangan balik.

“Jadi, kami sirkulasi samping ke samping, samping ke tengah, samping ke kiri luar untuk masuk ke pertahanan mereka,” ujar pelatih yang kenyang pengalaman di Liga Korea Selatan itu.

“Kalau main sirkulasi bola dari samping ke samping, mereka cepat tutup dan kami tidak bisa masuk. Jadi, pemain kami lama untuk penetrasi seperti itu dan pemain banyak salah passing,” imbuhnya.

Setelah Madura United mencetak gol, Persik merespons dengan mengganti Arthur Irawan ke Riyatno Abiyoso yang punya daya jelajah lebih luas.

Fabio Lefundes memasukkan mantan pemain Persela tersebut guna menghadang sirkulasi bola Madura United.

Lalu, ia menarik Beto Goncalves untuk Slamet Nurcahyo yang bermain lebih sabar.

“Keluar Arthur masukkan Abiyoso, jadi mereka mau seperti tutup di gelandang supaya tidak bisa penetrasi.

“Mereka ingin mencuri bola dan lakukan serangan balik lewat Joanderson, Pahabol, dan pemain depan lain,” tutur pelatih berusia 49 tahun tersebut.

“Kami bisa menjaga di belakang bisa bertahan untuk bikin mereka susah masuk pertahanan,” pungkasnya.