Barito Putera Keok Gara-gara Diving, Wasit Tambahan Disebut Makan Gaji Buta

Barito Putera harus menelan kekalahan 1-2 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023 di kandang PSIS Semarang, Sabtu (6/8/22) sore. Begini reaksi pelatih Dejan Antonic.

Diketahui, laga pekan ketiga Liga 1 2022-2023 antara PSIS Semarang vs Barito Putera digelar di Stadion Jatidiri. Ada ambisi tuan rumah untuk menang pekan ini.

Nahasnya, Barito Putera unggul terlebih dulu lewat gol Rafael Silva di menit ke-15. PSIS Semakin terburu-buru dalam menyerang.

Peluang hadir saat Taisei Marukawa berhasil masuk ke pertahanan Barito, namun entah mengapa ia terjatuh sendiri, umumnya aksi ini disebut sebagai ‘diving’.

Jonathan Cantillana akhirnya mencetak gol dari titik penalti, skor menjadi imbang 1-1.

Tak lama berselang, giliran Alfeandra Dewangga yang terjatuh tanpa adanya sentuhan dengan pemain Barito. Aksi ini juga jadi sorotan karena terindikasi diving.

Wawan Febrianto akhirnya menuntaskan dahaga PSIS Semarang dengan golnya, skor akhir 2-1 untuk kemenangan Mahesa Jenar.

Namun, tak dapat dipungkiri, lewat cuplikan video yang tersebar, aksi Taisei Marukawa dan Alfeandra Dewangga tidak sportif.

Alhasil, pelatih kepala Barito Putera, Dejan Antonic pun mengunggah cuplikan video tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

Dejan Antonic langsung memberikan reaksi panas saat Barito Putera kalah 1-2, karena aksi ‘diving’ yang dilakukan pemain PSIS Semarang di pekan ketiga Liga 1 2022.

“No comment,” tulis Dejan Antonic melalui kolom caption unggahannya, dan dengan menambahkan emoticon mulut tertutup.

Namun, pelatih berkebangsaan Serbia itu cukup aktif membalas sejumlah komentar dari netizen, dan bersuara cukup kritis.

“Wasit pinggir gawang apa fungsinya?” komentar dari akun @yulianto.bw.

“Ambil gaji,” kata Dejan Antonic singkat.

Selain itu, Dejan juga meminta suporter untuk bersatu, menyuarakan keresahannya terhadap kualitas Liga Indonesia, sehingga PT LIB dan PSSI terdorong untuk berbenah.

“Liga yang kita cintai tidak bisa seperti ini. Kalau kita cinta, harus stop,” tulis Dejan.

“Semua suporter bisa (kena), karena besok tim dia bisa jadi korban seperti kita hari ini,” jelas pelatih berusia 53 tahun tersebut.

“Liga 1 bisa maju teman, tapi kita semua harus berdiri sama-sama untuk bikin lebih bagus. Kalau kita diam, kita sama seperti orang jahat yang bikin semua ini,” ujarnya.

Di forum lainnya, Dejan Antonic juga bersuara keras melalui kolom komentar akun Instagram ofisial @liga1match.

“Sampai kapan kita harus lihat ini dan diam! Kita semua harus berdiri untuk safe sepak bola Indonesia. Hari ini di Semarang, besok di kota yang lain,” kritik pedas sang pelatih.