PSS Sleman Ingin Persembahkan Kemenangan untuk Tri Fajar Firmansyah

PSS Sleman masih berduka setelah meninggalnya suporter mereka, Tri Fajar Firmansyah. Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, akan mempersembahkan kemenangan bagi mendiang Tri Fajar.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengungkapkan, timnya masih dalam keadaan berduka jelang laga melawan Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2022-2023, Jumat (5/8/2022).

Namun, Seto berharap meninggalnya suporter PSS bisa dijadikan motivasi pemain-pemainnya untuk memberikan yang terbaik dalam laga nanti.

“Kami juga dari tim berduka, harapannya ke depan tidak ada kejadian-kejadian lagi dan menjadi pembelajaran dan harapannya bisa jadi motivasi bagi kami,” ucap Seto Nurdiantoro, di Malang saat konferensi pers pada Kamis (4/8/2022).

Seto Nurdiantoro juga tak lupa memanjatkan doa untuk almarhum Tri Fajar Firmansyah dan keluarga yang ditinggalkannya. Ia berharap kejadian ini adalah yang terakhir di persepakbolaan Indonesia.

“Mudah-mudahan memberikan yang terbaik semoga almarhum dihapuskan segala kesalahannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Harapannya ini jadi motivasi tersendiri bisa membawa bukan hanya pertandingan besok, tapi tiap kami bisa menyelesaikan kompetisi dengan baik,” terangnya.

Pelatih berusia 48 tahun ini pun meminta doa kepada seluruh suporter PSS, sebab kemungkinan besar baik Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania tak bisa hadir mendampingi timnya bertandang ke Malang. Dirinya pun meminta anak asuhnya mengubah tekanan Aremania menjadi sebuah dukungan motivasi yang berdampak positif bagi tim.

“Mudah-mudahan dukungan Aremania menjadikan motivasi kami juga. Tapi pada dasarnya, untuk BCS dan Slemania yang paling penting adalah doanya. Kalau tak bisa hadir, harapan saya dukung kami terus, doakan kami untuk melewati kompetisi tahun ini lebih baik dari tahun kemarin,” paparnya.

Tri Fajar meninggal dunia pada Selasa, 2 Agustus 2022 sekitar pukul 14.00 WIB di RSPAU Hardjolukito. Fajar merupakan suporter PSS yang tergabung dalam Brigata Curva Sud (BCS) dari komunitas BTCY.

Pengeroyokan terhadap Fajar terjadi pada Senin, 25 Juli 2022. Pemuda yang berprofesi sebagai tukang parkir di kawasan Babarsari, Depok, Sleman, tersebut menjadi korban salah sasaran saat suporter Persis Solo melintas di tempat dia bekerja.