Aji Santoso Puji Kesungguhan Bonek yang Ingin Berhenti Jadi Lumbung Denda

Niat Bonek untuk berbenah mendapatkan pujian dari pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

Pelatih sekaligus legenda Persebaya Surabaya itu memberikan apresiasi kepada kedewasaan Bonek yang mendukung tim tanpa aksi anarkis dan vandalis.

Sebelumnya jelang laga pekan kedua Liga 1 2022-2023 Bonek membuat gerakan positif.

Mereka mengkampanyekan diri untuk memerangi tindakan-tindakan yang merugikan tim berjuluk Bajul Ijo dengan sanksi dari PSSI, maupun komdis.

Lewat gerakan ini Bonek dan Bonita diminta saling menjaga satu sama lain untuk menolak flare, kembang api, petasan, smoke bomb dan spanduk-spanduk bernada kebencian atau SARA.

Gerakan ini diinisiasi oleh komunitas Green Nord 27 yang kemudian disepakati oleh seluruh elemen Bonek dari semua tribun.

Bonek pun menjaga komitmen, termasuk saat Persebaya Surabaya bertanding melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin (1/8/2022) malam.

Bonek saling menjaga suasana di tribun. Setelah pertandingan pun mereka membubarkan diri dengan tertib tanpa ada flare atau smoke bomb yang menyala.

“Jadi saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bonek, mudah-mudahan di pertandingan-pertandingan berikutnya juga seperti itu. Untuk tidak menyalakan flare. Semoga di pertandingan selanjutnya juga masih sama,” ujar pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Sikap ini diharapkan menjadi budaya baru di lingkungan suporter Persebaya Surabaya.

Suporter sebagai pemain ke-12 juga harus belajar bijaksana mengelola totalitas mereka supaya tidak terjerumus pada tindakan-tindakan negatif.

Aji Santoso tahu betul Bonek tidak pernah rela melihat Persebaya Surabaya kalah. Tapi bagaimanapun kekalahan sudah menjadi bagian dari sebuah pertandingan.

Hanya kedewasaan saja yang membedakan, apakah kekalahan tersebut menjadi media untuk melompat lebih tinggi atau justru berakhir dengan tindakan yang destruktif.

Ia mengatakan kepada pemain bahwa Bonek tidak pernah mengecewakan Persebaya Surabaya. Karena itu pemain sebagai wakil Persebaya Surabaya didalam lapangan juga tidak boleh mengecewakan Bonek.

“Di pertandingan pertama kita kalah. Tapi menurut saya itu wajar karena suporter menyayangi tim ini,” ujar pelatih berlisensi AFC Pro.

“Berikutnya saya sampaikan kepada pemain, tekanan itu diubah jadi motivasi. Ini terbukti. Anak-anak bermain sangat kompak, fighting spirit nya luar biasa. Alhamdulillah hasilnya poin tiga (saat lawan Persita),” pungkasnya. (kompas)