Demam Lapangan di Babak 1, Deltras Gagal Menang Lawan Gresik United

Kebiasaan Deltras Sidoarjo terulang. Tim berjuluk The Lobster itu demam lapangan di babak pertama.

Mereka tertinggal lebih dulu dalam laga uji coba melawan Gresik United kemarin (30/7). Imam Witoyo mencetak gol pada menit ke-37.

Pelatih Deltras Ibnu Grahan pun merasa geregetan. ”Babak pertama kami selalu kesulitan. Gresik United menumpuk lima pemain di belakang. Tapi, malah tidak ada kombinasi serangan melalui shooting atau crossing,” keluh pelatih asli Surabaya itu.

Hal tersebut bak deja vu. Sebab, Deltras juga kebobolan dua gol di babak pertama saat melawan Persela Lamongan (2/7). Ibnu heran penyakit lama itu masih belum juga hilang.

”Ada beberapa faktor. Pertama, rasa percaya diri pemain kami masih belum kuat. Lalu, kami juga masih terlalu terburu-buru dalam melakukan serangan,” terang Ibnu.

Kapten Deltras Rendi Irwan juga merasa timnya bermain buruk di babak pertama. ”Kami akui di babak pertama lawan bermain lebih bagus. Tentu saja kekurangan ini harus diperbaiki ke depannya,” tutur pemain 35 tahun tersebut.

Ibnu bersyukur kesalahan itu terjadi sebelum kompetisi digelar. ”Jadi, kami bisa cepat-cepat membenahi kekurangan yang ada,” ucap Ibnu.

Selain itu, masih ada hal yang disoroti Ibnu. Salah satunya adalah soal emosi pemain di lapangan. Tercatat, ada empat kartu kuning dan satu kartu merah yang diterima pemain The Lobster.

”Kalau itu terjadi di kompetisi, tentu tidak baik. Kami harus melihat tayangan ulang. Kemudian memberikan edukasi kepada pemain agar tahu timing melakukan ambil bola yang tepat,” bebernya.

Untung, di babak kedua Deltras bermain lebih baik. Mereka mencetak gol penyeimbang melalui Wahyu ”Beton” Adi di menit ke-79.

Sekaligus mengakhiri laga dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat Gresik United belum pernah menang dalam empat laga uji coba beruntun. Laskar Joko Samudro meraih tiga hasil imbang dan satu kekalahan.

Meski begitu, tim pelatih mengaku cukup puas. ”Dibanding uji coba sebelumnya, secara permainan kami masih lebih baik,” kata asisten pelatih Gresik United Agus Indra.

Hal itu disebabkan tim pelatih memakai skema yang baru. ”Biasanya kami memakai formasi 4-3-3, tapi kini 3-5-2. Dan saya rasa permainan anak-anak lebih efektif,” tambahnya.

Agus bahkan menyebut permainan anak asuhnya lebih berkembang. ”Malah dengan progres yang bagus ini kami berpeluang memenangi laga,” ucapnya. Setelah ini Gresik United masih akan melakoni uji coba lainnya. ”Ini sebagai persiapan sambil menunggu kepastian kickoff Liga 2,” kata dia.