Masih Usia 18 Tahun, Robi Darwis Tak Bisa Main Di Liga 1

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menyindir regulasi seluruh pemain dan ofisial tim Liga 1 2022/23 wajib sudah melakukan vaksin booster agar bisa dimainkan di kompetisi.

Liga 1 tahun ini sudah bisa disaksikan penonton di stadion. Namun, persyaratan supaya bisa menonton laga di tribune adalah sudah melakukan vaksin booster, atau vaksin ketiga.

Aturan ini tidak hanya diterapkan kepada penonton, tapi juga diberlakukan kepada pemain, pelatih, dan ofisial tim peserta Liga 1 yang disampaikan dalam rapat antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora), Polri dan Kementerian Kesehatan pada 19 Juli.

Hanya saja, berdasarkan aturan yang diterapkan pemerintah, penerima vaksin booster adalah mereka yang sudah berusia di atas 18 tahun. Dengan demikian, pemain seperti Robi pun dilarang tampil, karena belum berusia 19 tahun.

Regulasi ini tentunya membuat Robi harus menjadi penonton kala Persib menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (30/7) sore WIB, meski sempat menjalani debut saat melawan Bhayangkara FC. Robi, yang akan berusia 19 tahun pada 2 Agustus, baru bisa dimainkan lagi setelah mendapatkan vaksin booster.

“Sebetulnya ini membuat bingung. Di pertandingan terakhir kami memainkan Robi Darwis, pemain berusia 18 tahun. Tim lain juga membicarakan Robi, pemain yang menjalani debut di liga,” ujar Robert Alberts dalam keterangannya kepada wartawan.

“Jika merotasi pemain muda, kami tentunya akan menurunkan pemain muda. Tapi tentunya ada masalah besar, saya diberitahu tidak ada seorang pun yang berusia di bawah 18 tahun diizinkan masuk ke dalam stadion. Artinya saya tidak bisa memainkan Robi Darwis di pertandingan nanti.”

Situasi berbeda dialami Kakang Rudianto dan Ferdiansyah. Kakang telah berusia 19 tahun pada 2 Februari. Sedangkan Kakang baru merayakan ulang tahun ke-19 pada 15 Juli. Kedua pemain ini tidak terkendala regulasi vaksin booster.

“Kakang dan Ferdi usianya di bawah 19 tahun, jadi mereka boleh masuk ke dalam stadion. Tapi Kakang dan Ferdi punya peluang masuk ke timnas U-19. Saya sudah berpengalaman menghadapi situasi seperti ini,” imbuh Robert Alberts.

“Sangat sulit untuk mengembangkan pemain muda [di klub], karena klub harus melepas pemain ke tim nasional, dan mereka bisa berada di sana sekitar tiga bulan. Itu sangat sulit. Tapi sebaiknya mereka fokus ke tim nasional, karena akan membuat Indonesia bangga, dan kami harus mendukungnya.” (Goal.com)