Shin Tae-yong Tak Perlu Sambat Lagi, Banyak Pemain Muda Non-Timnas yang Muncul di Jajaran Starter Klub Liga 1

Shin Tae-yong mengeluhkan pemain timnas Indonesia tak terpakai di klub, pekan pertama Liga 1 justru mengungkap klub mengorbitkan pemain non-timnas.

Fenomena menarik terjadi di pekan pembuka Liga 1 2022/23, di mana klub-klub mulai mengorbitkan pemain muda binaan sendiri yang tak terpantau timnas Indonesia .

Kabar bagus tersebut muncul tak lama setelah Shin Tae-yong mengeluhkan pemain timnas Indonesia yang tak dimainkan di level klub.

Klub-klub menjawab keluhan tersebut dengan mempromosikan pemain muda yang selama ini belum pernah “dijamah” Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong sendiri menyatakan keluhan di atas sebelum pulang ke Korea Selatan untuk berlibur.

“Saya menyayangkan pemain yang saya pilih dan bermain di timnas Indonesia, malah tidak jadi pemain utama di klubnya,” ujar Shin di kanal Youtube Sport77 (21/7/2022).

“Tidak boleh ada budaya seperti itu (mengandalkan pemain asing), itu harus dihilangkan.”

“Memang masalah paling besar di Liga Indonesia itu ada di sektor bek dan striker yang selalu diisi pemain asing,” keluhnya.

BolaNas.com memantau pekan pertama Liga 1 memunculkan sejumlah pemain muda potensial yang belum pernah dipanggil Shin Tae-yong.

Sejumlah pemain angkatan 2001-2002 mendapat menit main dari bangku cadangan, meliputi Hamzah Titofani (Arema FC), Arya Gerryan (Borneo FC).

Daftar itu masih berlanjut dengan Arsan Makarin (Persib Bandung), Titan Agung (Bhayangkara FC), Braif Fatari (Persija Jakarta).

Pemain angkatan 2001 yang menjadi starter terhitung familiar di mata Shin Tae-yong, yaitu David Maulana (Bhayangkara FC), Bagas Kaffa (Barito Putera), Beckham Putra (Persib Bandung), dan Alfeandra Dewangga (PSIS Semarang).

Dua nama lain terhitung “asing” bagi Shin Tae-yong, yaitu Fajar Fathurrahman (Borneo FC) dan Fadilla Akbar (Rans Nusantara FC).

Ada pula pemain angkatan 2003 yang mendapat menit main dari bangku cadangan, meliputi Ikhsan Nul Zikrak (Rans Nusantara FC), Dzaky Asraf, dan Ananda Raehan (PSM Makassar).

Khusus angkatan ini, para pemain memenuhi syarat umur untuk membela timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 2023.

Oleh karena itu, Shin Tae-yong bisa jadi akan menyertakan mereka pada pemusatan latihan timnas Indonesia U-19 berikutnya.

BolaNas.com kemudian mencatat tiga pemain kelahiran 2003 yang bermain paling sedikit 45 menit dan belum pernah dicoba Shin Tae-yong di timnas Indonesia U-19.

Muhammad Ferarri, meskipun menjadi starter bagi Persija, tak diikutkan dalam daftar ini lantaran ia berstatus kapten timnas Indonesia U-19 saat ini.

Tiga nama berikut bisa memperkaya pilihan Shin Tae-yong untuk timnas Indonesia U-19 yang disiapkan menuju Piala Dunia U-20 2023.

Robi Darwis (Persib Bandung)

Robi Darwis menjadi nama kejutan dalam starting line up Persib saat melawat ke Bhayangkara FC.

Ia mendapat berkah dari badai cedera yang menimpa Persib pada pekan-pekan pembuka Liga 1 2022/23.

Pemain kelahiran 2 Agustus 2003 itu bermain selama 59 menit dan mendapat pengalaman berharga bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Frengky Deaner Missa (Persija Jakarta)

Frengky Deaner tampak akan menjadi pemain muda andalan Thomas Doll dalam posisi yang menarik, yaitu wing back kanan meskipun kidal.

Frengky bermain penuh 90 menit dan menjadi pemain yang melesakkan dua shot on target ke gawang Nadeo Argawinata.

Prospek pemain kelahiran 20 Februari 2004 itu tampak sangat cerah dengan pelatih sekelas Thomas Doll.

Ginanjar Wahyu Ramadhani (Persija Jakarta)

Ginanjar Wahyu menjadi nama lain yang dipercaya Thomas Doll untuk mengorbit di Liga 1 2022/23.

Ginanjar menjadi pemain pertama yang dimasukkan Doll pada menit ke-38 dan sempat “memenangi” penalti yang tak dianggap wasit pada babak kedua.

Pemain kelahiran 20 November 2003 itu juga telah berada di depan Riko Simanjuntak dalam urutan winger utama Macan Kemayoran.