Nusantara Open 2022: Sepakbola Alat Pemersatu

Nusantara Open 2022 bakal segera dimulai. Ajang ini mengusung tema Sepakbola Pemersatu.

Nusantara Open nantinya akan memperebutkan Piala Prabowo Subianto 2022. Ajang tersebut berlangsung pada 16 sampai 31 Juli 2022 dengan menggunakan venue lapangan Nusantara Polo Club dan Stadion Pakansari Cibinong.

16 akademi sepakbola ikut ambil bagian, yang terdiri dari Persis Solo, PSLS Lhokseumawe, PSIS Semarang, Tiga Naga FC, Persib Garuda Nusantara, Persipura, Asiop, PSM, PSA Ambon, PSS Sleman, ASIFA, Borneo FC, Maluku Utara FC, Persija Jakarta, dan Bintang Timur.

Di samping memperebutkan Piala Prabowo Subianto, talenta muda U-16 akan memperebutkan bea siswa berlatih bersama Akademi Garuda Nusantara besutan Prabowo Subianto di luar negeri.

Nusantara Open 2022 mengusung tema “Sepakbola Mempersatukan”. Harapannya adalah Nusantara Cup dapat menjadi simbol pemersatu generasi emas sepakbola Indonesia.

“Di belahan dunia lain, sepakbola menjadi perekat dan pemersatu. Tanpa memandang latar belakang dan perbedaan apapun. Di belahan dunia yang terbelit perang saudara seperti di beberapa negara Afrika, sepakbola bahkan menjadi kunci pemersatu,” kata Ketua Dewan Pengarah Nusantara Open, Fary Francis, dalam keterangan tertulisnya.

“Ketika Pantai Gading lolos ke Piala Dunia 2010, sang kapten Didier Drogba berbicara di televisi nasional sekitar 10 menit. Drogba meminta perang antarsuku yang sudah berlangsung puluhan tahun di negaranya diakhiri. Sebagai wujud kebanggaan nasional atas perjuangan Drogba cs, para pihak yang bertikai berhenti berperang. Bahkan sampai hari ini.”

Fary Francis ingin sepakbola di Indonesia juga bisa menjadi pemersatu. Salah satu perpecahan yang dia sorot terkait adanya pertikaian sengit antarkelompok suoprter.

Federasi Sepakbola Indonesia, PSSI, sudah berusia 92 tahun. Salah satu semangat hadirnya PSSI sebagai alat mempersatukan seluruh elemen bangsa untuk mencapai kemerdekaan dan membangun karakter nasional.

“Pertanyaan yang menggelitik untuk kita semua adalah mengapa di Indonesia sepakbola justru menjadi alat ‘pemecah belah’ antarmasyarakat, suporter atau pendukung.”

Disiapkan 32 tenda di Bukit Hambalang untuk penginapan 16 tim peserta Nusantara Open. Setiap pagi para peserta diwajibkan mengikuti penghormatan bendera sang saka merah putih guna menanamkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap NKRI.

Peserta akan dimanjakan dengan pelayanan panitia sejak kedatangan di Bandara hingga tiba di Camp Hambalang. Fasilitas mewah dan memanjakan peserta, bukti bahwa turnamen ini telah dipersiapkan dengan matang oleh panitia penyelenggara.

Fary Francis menyebut Prabowo Subianto sebagai sosok yang suka dengan sepakbola, meski diketahui juga ada perhatian dengan olahraga bela diri. Tujan Prabowo menggagas ajang ini tak lepas keinginannya menumbuhkan semangat nasionalisme kepada pemuda.

“Inilah sebabnya jiwa korsa dan semangat nasionalisme ditanamkan bagi peserta Nusantara Open yang kelak akan menjadi penghuni akademi sepakbola yang digagasnya, Garuda Nusantara, ataupun apalah namanya kelak.” (detik.com)