Lechia Gdansk Makin Dekat ke Fase Grup UEFA Conference League, Witan Sulaeman Justru Terancam Terdepak

Lechia Gdansk lolos ke babak kedua Kualifikasi UEFA Conference League 2022/23, Witan Sulaeman terancam tak ambil bagian akibat kebijakan sang pelatih.

Witan Sulaeman terancam tak mendapat keuntungan dari lolosnya Lechia Gdansk ke babak lanjutan Kualifikasi UEFA Conference League 2022/23.

Seperti diketahui, Witan Sulaeman telah bergabung dalam latihan pramusim Lechia Gdansk menghadapi musim 2022/23 sejak pertengahan Juni lalu.

Witan Sulaeman datang ke Lechia Gdansk dalam kondisi klubnya akan berpartisipasi di babak kualifikasi UEFA Conference League 2022/23.

UEFA Conference League sendiri merupakan kompetisi kontinental ketiga di bawah Champions League dan Europa League.

Lechia Gdansk tak langsung melaju ke fase grup, melainkan harus mendaki sejak babak pertama kualifikasi melawan wakil Makedonia Utara, Akademija Pandev.

Lechia Gdansk terbukti terlalu tangguh di hadapan Akademija Pandev, dengan kemenangan agregat 6-2 dalam dua leg.

Witan tak dilibatkan dalam dua laga tersebut, mengingat ia tak didaftarkan oleh pelatih Kaczmarek.

Lechia lantas akan melanjutkan perjalanan di babak kedua kualifikasi, kali ini melawan tim yang lebih kuat, Rapid Vienna, pada 21 dan 28 Juli.

Menatap dua leg menghadapi klub Austria itu, Tomasz Kaczmarek justru memberi kabar buruk bagi Witan.

“Kami ingin berkembang, dibanding musim sebelumnya, kami membuat kemajuan dan lebih dekat ke puncak klasemen,” ujar Kaczmarek (13/7/2022).

“Kami punya tim yang bagus dan stabil, klub mengetahui rekomendasi saya (soal bursa transfer).”

“Kami tidak membutuhkan pemain dalam jumlah besar, saya hanya ingin tim yang kecil tetapi berkualitas,” tandasnya.

Witan Sulaeman saat melakoni debut untuk FK Senica dalam laga kontra Slovan Bratislava (12/2/2022).

BolaNas.com

Witan Sulaeman saat melakoni debut untuk FK Senica dalam laga kontra Slovan Bratislava (12/2/2022).

Pernyataan di atas mengindikasikan Kaczmarek tak ingin melihat terlalu banyak pemain pelapis di skuat Lechia.

Kecuali Witan berstatus pemain tim utama, maka pernyataan Kaczmarek berarti kabar buruk bagi wonderkid timnas Indonesia itu.

Witan sudah terpental dari skuat Lechia untuk babak pertama Kualifikasi UEFA Conference League, sehingga kemungkinan tetap tak diberi jatah di babak berikutnya atau bahkan Liga Polandia.

Oleh karena itu, jalur peminjaman barangkali akan ditempuh Witan agar tetap memainkan laga kompetitif pada musim depan.

Pada paruh kedua musim lalu, Witan memenangi peminjaman di klub Liga Slovakia, FK Senica.

Pemain berusia 20 tahun itu tergolong sukses di FK Senica, yaitu dengan torehan empat gol dan satu assist dalam 12 laga.

Witan membuktikan bisa menjadi pemain utama di kasta tertinggi liga Eropa, sehingga bisa menjadi alasan bagus bagi Lechia untuk kembali meminjamkannya.

Witan sendiri sejatinya berambisi memperoleh tempat di tim utama Lechia di Liga Polandia.

“Saya (dulu) berada di Slovakia, saya kembali sekarang dari peminjaman,” ujar Witan saat berlatih bareng Lechia (19/6/2022).

“Jadi hari ini latihan pertamaku, kita lihat saja nanti, semoga saya mendapat kesempatan bermain di sini,” imbuhnya.

Witan dapat segera mencari klub peminjam hingga bursa transfer berakhir pada akhir Agustus mendatang.