Hanno Behrens dan Kiprah Para Pemain Asal Jerman Terdahulu yang Merumput di Liga Indonesia

Hanno Behrens bukanlah pemain asal Jerman pertama yang merumput di Liga Indonesia. Tercatat sudah ada dua pendahulunya. Siapa saja mereka?

Persija Jakarta kembali membuat gebrakan di bursa transfer Liga 1 musim ini. Di awali dengan merekrut pelatih top mantan juru taktik Borussia Dortmund, Thomas Doll, lalu mendatangkan sejumlah pemain ternama.

Total ada tiga pemain asing yang sudah direkrut Persija, dengan masing-masing mempunyai CV yang mentereng.

Ketiganya adalah Ondrej Kudela, Michael Krmencik dan terbaru ada pemain berposisi sebagai gelandang, Hanno Behrens.

Ondrej Kudela diboyong Persija Jakarta dari klub papan atas Republik Ceko, Slavia Prague.

Pemain berposisi sebagai bek itu dikontrak Macan Kemayoran selama tiga musim atau hingga Juni 2025.

Usianya memang sudah tidak lagi muda sebagai seorang pesepakbola yakni 35 tahun, namun pengalamannya cukup berharga untuk membawa Persija bersaing di Liga 1 musim depan.

Ia kerap menjadi andalan di lini belakang klub yang dibelanya, termasuk untuk tampil di ajang Liga Europa.

Tak hanya di level klub, Ondrej Kudela juga masih menjadi andalan di lini belakang timnas Republik Ceko di level internasional.

Selanjutnya ada Michael Krmencik. Ia berposisi sebagai striker. Usianya yang matang yaitu 29 tahun diharapkan bisa jadi mesin gol Macan Kemayoran di Liga 1 musim depan.

Sama seperti Ondrej Kudela, Michael Krmencik juga sudah kenyang pengalaman di sepak bola Eropa karena sering jadi andalan di lini depan di berbagai kompetisi bergengsi Benua Biru, seperti Liga Europa dan Liga Konfederasi UEFA.

Di level timnas juga ia menjadi andalan dengan sudah memainkan 35 penampilan dan mencetak 9 gol untuk Republik Ceko di semua kompetisi internasional.

Terakhir ada Hanno Behrens. Persija mendatangkan Hanno Behrens dari klub Jerman, Hansa Rostock. Musim lalu ia mencatatkan 29 penampilan dan mencetak 5 gol serta 6 assist di kasta kedua Liga Jerman.

Statistik yang tidak terlalu buruk bagi pemain berusia 32 tahun. Tak heran jika pelatih Thomas Doll kepincut merekrutnya, untuk membantu Persija memenangkan gelar Liga 1 musim depan.

Hanno Behrens jadi pemain asing terakhir Persija yang didatangkan, karena kouta pemain import praktis sudah terpenuhi untuk non Asia.

“Akhirnya lini tengah kami kedatangan Hanno. Saya sudah beberapa kali meneleponnya untuk berbicara dengan mengenai kepindahannya dan dia sudah tidak sabar untuk datang ke sini,” kata Thomas Doll dalam rilis Persija Jakarta.

Kehadiran Hanno Behrens di Liga 1, membuat catatan sejarah baru yakni ia jadi pemain asal Jerman ketiga yang pernah merumput di Liga Indonesia. Siapa saja yang lainnya? berikut daftarnya.

Timo Scheunemann

Para pecinta sepak bola Indonesia tentu tidak asing dengan sosok Timo Scheunemann. Pria asal Jerman ini dikenal sebagai pelatih, analis dan komentator sepak bola nasional.

Ia juga lantang dalam menyuarakan pembinaan usia muda bagi para klub Liga Indonesia maupun PSSI demi menjaring talenta-talenta terbaik Indonesia yang bermuara untuk regenerasi tim nasional Merah Putih.

Meski dikenal sebagai pelatih, namun siapa sangka kalau Timo Scheunemann ternyata juga pernah merasakan atmosfer sepak bola Liga Indonesia sewaktu masih aktif sebagai pemain.

Ia mengawali kariernya sebagai pemain profesional dari Master Mustangs College, klub dari divisi I di Amerika Serikat tahun 1993.

Kemudian Timo Scheunemann memutuskan untuk pergi menuju Indonesia memperkuat Persiba Balikpapan.

Saat itu, titel kompetisi bernama Liga Kansas Indonesia tahun 1997. Hanya bermain satu musim di Indonesia, ia kemudian mencoba atmosfer sepak bola di Liga Singapura bersama klub Tampines Rovers.

Tidak berselang lama, juga pada tahun 1998, ia mendapat undangan untuk menjalani tes di Eintracht Frankfurt dan Stuttgarter Kickers (Jerman) serta FC Gillingham di Inggris.

Kini Timo Scheunemann aktif sebagai analis sepak bola, komentator dan juga aktor film di dunia hiburan Tanah Air.

Beberapa judul film yang sudah dibintanginya ada Tendangan dari Langit, Soekarno: Indonesia Merdeka, Rudy Habibie, Ayat-ayat Cinta 2, Belok Kanan Barcelona, Yowis Ben 2 hingga terbaru Lara Ati.

Patrick Ghigani

Selanjutnya ada nama Patrick Ghigani. Ia merupakan pemain asal Jerman yang pernah merasakan kerasnya sepak bola Liga Indonesia selama tiga musim pada medio 2011-2013.

Ia didatangkan pertama kali oleh klub Liga Primer Indonesia, Cenderawasih FC, pada tahun 2011 lalu.

Kemudian hengkang ke Persiraja Banda Aceh pada tahun 2013.

Indonesia menjadi negara yang kemudian dipilih oleh Ghigani untuk melatih setelah ia pensiun dari sepak bola. Ia tercatat pernah menjadi pelatih untuk Persijap Jepara pada 2018.

Hanno Behrens

Terakhir ada Hanno Behrens. ia lahir di Elmshorn, Jerman, pada 1990. Dirinya memulai karier sepak bola saat bergabung dengan tim junior lokal FC Elmshorn 1920 di usia 4 tahun (1994).

11 tahun menimba ilmu di FC Elmshorn, Hanno Behrens kemudian memutuskan hengkang ke tim junior Hamburger SV pada tahun 2005.

Dari sini kariernya perlahan mulai menanjak. Kemampuannya semakin terasah, hingga ia di kontrak oleh klub Bundesliga, FC Nuremberg tahun 2015 setelah gagal menembus skuat utama Hamburg SV.

Bersama FC Nuremberg ia menjadi andalan dengan total mencatatkan 200 penampilan dengan mencetak 26 gol dan 10 assist di semua kompetisi, termasuk di Bundesliga Jerman.

Enam musim bersama FC Nuremberg, Hanno Behrens kemudian memutuskan hengkang ke Hansa Rostock musim lalu.

Bersama Hansa Rostock ia mencatatkan 30 penampilan dan mencetak 6 gol serta 6 assist, sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Persija di Liga 1 musim depan.