PSM Makassar Tersingkir dari Piala Presiden 2022, Bernardo Tavares: Bolanya Susah Ditemukan!

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, mengutarakan kritik terhadap panitia penyelenggara terkait jalannya laga Borneo FC vs PSM Makassar pada babak delapan besar Piala Presiden 2022, Minggu (3/7/2022) malam.

PSM Makassar gagal mengulang kisah suksesnya saat mencapai semifinal turnamen pramusim Piala Menpora 2021.

PSM Makassar gagal menembus empat besar Piala Presiden 2022 seusai kalah 1-2 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.

Borneo mencetak dua gol cepat dari usaha-usaha Agung Prasetyo (6′) dan Matheus Pato (18′) sebelum PSM membalas sekali lewat Willem Pluim, 14 menit sebelum bubar.

Kekalahan ini menghadirkan rasa tidak enak bagi pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares,.

Menurutnya, dua gol cepat yang dibukukan Borneo membuat seoalah-olah laga terhenti pada momen tersebut.

Sebab, setiap kali bola keluar lapangan, waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan si kulit bundar cukup lama. Seoah-olah, hanya tersedia satu bola di dalam stadion.

“Pertandingan seperti sudah berakhir setelah gol kedua. Kenapa saya bilang begitu? Karena bolanya sangat susah ditemukan di stadion. Ketika bola out, kami selalu kehilangan beberapa detik,” kata pelatih asal Portugal tersebut pada konferensi pers seusai laga.

“Seperti tidak ada bola lagi. Saya sempat berpikir apa perlu kita ambil bola dari Makassar?” katanya lagi.

Bernardo Tavares bukan bermaksud mencari-cari alasan karena kalah. Ia menyampaikan itu karena momentum laga jadi berjalan tidak menyenangkan.

Padahal, potensi sepak bola di Indonesia sangat besar untuk terus berkembang.

Hal-hal seperti yang ia rasakan terjadi kepada PSM Makassar membuat pertandingan tidak bisa berkembang sebagaimana mestinya.

“Kita di lapangan ingin mempertontonkan permainan sepak bola, suporter ingin menikmati laga tersebut. Namun, bagaimana menikmati kalau permainannya tidak berjalan,” ujarnya.

Bernardo Tavares juga mengatakan Indonesia perlu teknologi VAR (Video Assistant Referee) untuk membantu wasit melihat momen-momen di lapangan yang berpotensi melanggar prinsip keadilan.

Dalam pertandingan tersebut, dia tidak mengeluh soal kepemimpinan wasit.

Hanya saja, ia melihat ada beberapa kejadian yang sebaiknya perlu ditinjau ulang oleh wasit dan memberi tindakan tegas kepada sejumlah pelanggaran.

“Saya ingin bilang, sepak bola Indonesia sudah sangat mendesak membutuhkan VAR,” pungkas pelatih yang baru pertama kali berkarier di Indonesia tersebut.