Perempat Final Piala Presiden 2022: Pelatih Barito Putera, Dejan Antonic Pertanyakan Registriasi Striker Asing Anyar Arema

Arema FC punya amunisi baru saat tampil di perempat final Piala Presiden 2022 nanti (02/07/2022). Sosoknya adalah penyerang asing, Abel Camara.

Striker 32 tahun itu sudah bergabung dalam sesi latihan dan resmi dikenalkan sebagai rekrutan terbaru. Camara juga dalam kondisi juga oke. Buktinya dia bisa melahap sesi latihan kemarin (01/07/2022).

Namun hal ini membuat pelatih Barito Putera, Dejan Antonic bereaksi. Pelatih asal Serbia ini mempertanyakan registrasi Camara di Piala Presiden.

“Sebelumnya saya tidak tahu Arema punya pemain asing baru. Registrasi kapan? Saya mau tanya itu. Tidak masalah jika mereka mulai dan mengakhiri turnamen dengan pemain yang didaftarkan sejak awal,” ungkap Dejan Antonic.

“Tapi kalau datang di tengah turnamen seperti ini, kami bisa pinjam pemain dari Madura United atau tim yang tidak lolos lainnya,” kata pelatih 53 tahun ini.

Regulasi Piala Presiden sendiri hanya membuka registrasi pemain satu kali. Yakni sebelum turnamen diputar.

Manajemen Arema mengklaim sudah mendaftarkan Camara sebelum Piala Presiden 2022 digelar. Meskipun sang pemain masih berada di Portugal menunggu kontrak dengan tim lamanya berakhir.

Dejan menambahkan melawan Arema meski tanpa diperkuat striker baru tetap jadi laga yang sama sulitnya. Dan kini dia memilih fokus pada persiapan Barito Putera.

“Yang pertama, saya fokus dengan tim sendiri. Kami akan main dengan formasi tetap dan sistem kerja sama seperti di penyisihan grup,” ujar Antonic.

“Pasti ini pertandingan berat meski ada atau tidak ada striker baru di Arema. Kami akan berusaha, dan hasil Tuhan yang menentukan,” tegas mantan pelatih Persib Bandung ini.

Sebenarnya jika Abel Camara diturunkan, dia akan menghadapi pertahanan tangguh Barito Putera. Di sana berdiri dua stoper kokoh Renan Alves dan Doni Monim. Mereka hanya kebobolan 2 gol dalam 4 pertandingan.

Khusus untuk Renan, dia punya postur tinggi besar yang bisa jadi lawan seimbang Camara. Selain itu, Camara juga masih dalam proses adaptasi dengan cara bermain Arema. Sehingga ini jadi sebuah perjudian bagi tim Singo Edan.