Meski Tak Senang, Pelatih Hansa Rostock Legawa Hanno Behrens Ke Persija Jakarta

Pelatih klub Bundesliga 2 Jerman Hansa Rostock, Jens Hartel, memaklumi keinginan Hanno Behrens melanjutkan karir sepakbolanya di Persija Jakarta, meski sempat merasa kecewa.

Keinginan Behrens berkarir di Asia mengejutkan Rostock, mengingat ia masih terikat kontak hingga 30 Juni 2023. Apalagi Behrens merupakan salah satu gelandang paling produktif di tim.

Bahkan Behrens menjadi pencetak gol kedua terbanyak di Rostock pada musim 2021/22 dengan lima kali menjebol gawang lawan, serta membuat enam assists. Sedangkan topskor klub adalah John Verhoek dengan torehan 17 gol. Hal ini yang membuat Hartel mengaku sempat kecewa dengan keputusan Behrens.

“Hanno datang ke kami dengan harapan dia bisa membuat sesuatu yang berbeda [pergi ke Persija]. Dengan usianya yang sekarang, dia ingin pergi kelua negeri, dan mendapat kesempatan untuk menandatangani kontrak tiga tahun,” ujar Hartel.

“Kami tidak senang, dan saya menyampaikan itu ke dia. Di lain sisi, saya bisa memaklumi [keinginan] dia.”

Kendati ingin berkarir di Persija, Hastel mengizinkan Behrens mengikuti pemusatan latihan (TC) di Schladming, Austria, yang dihadiri 27 pemain. Pemain berusia 32 tahun ini terlihat nyaman melahap materi latihan. Selain penggawa Rostock, terlihat juga pemain seleksi Frederic Ananou.

“Hanno diterima dengan baik, dan dia bisa mengikuti latihan sampai akhir [progam TC]. Saya tidak ada masalah,” ucap Hastel.

Hingga saat ini, manajemen Rostock masih membahas mengenai kemungkinan mereka melepas Behrens. Nilai transfer yang cukup tinggi bisa menyulitkan Persija untuk mendapatkan Behrens.

Sementara Persija mengajukan tawaran sebesar €200 ribu, atau sekitar Rp3,1 miliar. Kendati demikian, manajemen juga mempertimbangkan opsi lain, yakni faktor kemanusiaan, sehingga bersedia menerima tawaran Persija. Faktor kemanusiaan ini terkait usia Behrens.

“Kami menyikapi keinginan Hanno untuk hijrah ke Indonesia dengan sangat serius. Sekarang kami akan mempertimbangkan faktor kerugian dari sisi olahraga, atau kemanusiaan,” jelas dirketur olahraga klub Martin Pieckenhagen.

“Mengingat belum ada keputusan akhir tentang kesepakatan dengan agennya, Hanno menjadi bagian skuad yang berangkat ke Schladming.”