Bernardo Tavares: PSM Makassar Membutuhkan Keajaiban Lawan Tampines Rovers

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menyatakan tim besutannya membutuhkan keajaiban untuk menghadapi klub Singapura Tampines Rovers dalam matchday kedua Grup H Piala AFC 2022, Senin (27/6), di Stadion KLFA.

Peluang PSM untuk lolos dari fase grup masih sama dengan Kuala Lumpur City FC setelah mereka bermain imbang tanpa gol, Jumat (24/6) malam WIB. PSM selanjutnya meladeni Tampines Rovers yang masih dalam keadaan bugar, karena belum menjalani pertandingan.

Tavares mengatakan, ia kini harus memutar otak lebih keras, karena pemain mengalami kelelahan selepas duel melawan KL City. Ia berharap pemain yang sempat menghadapi cedera ringan bisa pulih tepat waktu.

“Sangat sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Saat ini ada beberapa pemain yang menyelesaikan laga dengan kondisi cedera [ringan]. Kami akan menghadapi tim yang lebih segar, sedangkan tim kami akan bermain dengan kelelahan. Kami hanya punya waktu dua hari untuk membuat keajaiban,” tutur Tavares dalam keterangan kepada wartawan dinukil dari kanal YouTube Harimau Malaya.

“Untuk saat ini, mungkin ada pemain yang cedera, mungkin ada yang tidak bugar di hari pertandingan. Terlalu berisiko untuk menurunkan tim yang sama pada tanggal 27. Kami akan menentukan strategi setelah melihat siapa saja yang siap.”

Tavares pun menyimpan keyakinan PSM akan bisa lolos dari fase grup. Hanya saja, itu bergantung kepada kebugaran pemain, mengingat mereka tidak banyak mendapatkan kesempatan beristirahat.

“Rasa percaya diri [lolos dari fase grup]? Kami selalu punya, karena terkadang di sepakbola sering terjadi keajaiban. Sekarang salah satu upaya kami menciptakan keajaiban itu adalah memulihkan kebugaran pemain,” ucap Tavares.

Terlepas dari itu, Tavares merasa bangga dengan performa anak asuhya ketika mengimbangi KL City. Menurutnya, bila PSM memiliki waktu istirahat lebih banyak, hasil akhir kemungkinan akan berbeda.

“Saya harus jujur kepada kalian, jika kami mempunyai waktu istirahat enam hari seperti tim lawan, saya pikir kami akan mendapat hasil lebih baik. Tapi kami istirahat dua hari. Kami mendapat peluang, mereka juga. Jika pertandingan ini bisa menghadirkan gol, tentu akan lebih baik,” beber Tavares.

“Menurut saya, kami mengendalikan permainan. Kami memutuskan kapan untuk melakukan tekanan, dan mengirim bola ke area tim lawan. Tim lawan biasanya bermain dengan 4-2-3-1 atau 4-4-2, dan mereka mengubah taktiknya saat melawan kami.”