Kiprah Wakil Indonesia di Piala AFC: Persipura Terbaik, Persibo dan Persiwa Hancur Lebur

Menuju gelaran Piala AFC 2022, kiprah tim Indonesia perlu dikenang. Seperti diketahui, tim-tim Liga Indonesia memiliki prestasi yang cukup bagus di kompetisi kasta kedua Asia.

Seperti diketahui, gelaran Piala AFC diawali dari Piala Winners yang mulai digelar sejak musim 1990-1991. Tentunya, Indonesia mengirimkan wakil, yang berasal dari klub-klub peserta kompetisi perserikatan maupun Galatama.

Menurut catatan Wikipedia, ada delapan klub yang sempat mewakili Indonesia mulai dari gelaran Piala Winners yang berputar mulai musim 1990/1991 hingga mandek di musim 2001/2022.

Sementara, sejak Piala AFC diputar mulai tahun 2009, total ada 12 tim yang turun mewakili Indonesia, dengan salah satu penyebabnya adalah Liga 1 yang turun kasta dan tak dapat berkiprah di Liga Champions Asia.

Pada era Piala Winners Asia, klub asal Kalimantan Timur, Pupuk Kaltim yang kemudian berubah nama menjadi PKT Bontang dan Bontang FC menjadi salah satu kontestan dengan partisipasi terbanyak dan sukses.

Seperti diketahui, Pupuk Kaltim mampu lolos ke semifinal pada musim 1991/1992 sebelum dikalahkan oleh Nissan FC Motors yang saat ini dikenal dengan nama Yokohama F Marinos.

Selain Pupuk Kaltim, partisipasi lain yang tertinggi hanya sampai ke perempat final, yang mampu dicapai oleh Petrokimia Putra pada musim 1995 dan PSM Makassar pada musim 1997/1998.

Kala itu, Petrokimia Putra dihajar oleh klub Jepang, Bellmare Hiratsuka atau saat ini dikenal sebagai Shonan Bellmare dengan skor 1-7 dalam dua leg.\

Sementara, PSM Makassar bernasib lebih buruk usai dipermak wakil Korea Selatan, Suwon Samsung Bluewings dengan agregat 0-13 usai kalah 0-1 pada leg pertama dan 0-13 di leg kedua.

Saat gelaran Piala Winners Asia berubah menjadi Piala AFC, Persipura Jayapura menjadi wakil tersukses dengan mampu mencapai semifinal pada 2014.

Pasukan Mutiara Hitam yang saat itu dilatih oleh Jacksen F Tiago mampu melaju cukup jauh, sebelum dikalahkan oleh perwakilan Kuwait, Al Qadsia dengan agregat mencolok 2-10.

Pada partai pertama di Al-Kuwait Stadium, Persipura Jayapura tampil cukup bagus, meskipun kalah 2-4 dari Al Qadsia.

Sayangnya, keuntungan dua gol tandang gagal dimanfaatkan Boaz Solossa dan kawan-kawan yang justru dipermak Al-Qadsia dengan skor 0-6 saat bermain di Stadion Mandala, Jayapura.

Kiprah terburuk Indonesia di Piala AFC justru disajikan oleh tim asal Jawa Timur, Persibo Bojonegoro dan tim asal papua, Persiwa Wamena.

Persibo Bojonegoro yang lolos ke putaran final Piala AFC 2013 usai memenangi Copa Indonesia babak belur di tangan tiga klub.

Kala itu, klub asal Jawa Timur ini luluh lantak di tangan New Radiant dari Maladewa, Yangon United dari Myanmar, dan Sunray Cave JC dari Hong Kong.

Sementara, nasib yang mirip dialami oleh perwakilan Papua, Persiwa Wamena saat hanya menjadi juru kunci grup.

Klub berjuluk Badai Pegunungan Tengah ini berada dalam grup berat di bawah tim asal Hong Kong, South China, tim asal Thailand, Muangthong United, dan klub asal Maladewa, VB Sports.

Pada gelaran Piala AFC 2023, Indonesia akan diwakili oleh Bali United yang akan turun untuk ketiga kalinya, dan PSM Makassar.

Tentunya, kiprah kedua tim yang sempat mencapai semifinal zona ASEAN di Piala AFC 2022 akan jadi kunci penentuan kiprah klub Indonesia di kompetisi antarklub di Asia.