PSM Vs Persik, Juku Eja Berpotensi Pincang di Laga Krusial Piala Presiden 2022

PSM Makassar berpotensi pincang pada laga ketiga babak penyisihan Grup D Piala Presiden 2022 melawan Persik Kediri.

Pertandingan PSM vs Persik akan digelar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Minggu (19/6/2022) sore.

Kemungkinan besar PSM Makassar tidak akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya saat melawan Persik.

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares beralasan ingin mencegah pemain menderita kelelahan ataupun cedera.

Apalagi, hanya berselang lima hari setelah pertandingan babak penyisihan, pemain tim berjuluk Juku Eja itu harus bermain lagi di pertandingan pertama babak penyisihan grup AFC Cup 2022 melawan Kuala Lumpur City FC.

Dari dua laga terakhir di Piala Presiden 2022, tercatat ada tujuh pemain PSM yang bermain penuh selama 90 menit. Tujuh pemain itu sudah termasuk tiga penggawa asing.

“Pertandingan nanti akan sangat berat karena saya harus mengganti beberapa pemain,” tutur Bernardo Tavares.

“Mereka tidak bisa bermain penuh di tiga pertandingan. Risikonya besar untuk cedera,” kata pelatih asal Portugal itu lagi.

“Pemain saya bukan mesin, mereka juga butuh istirahat,” ujar dia menegaskan.

Situasi tak menyenangkan ini harus dilalui PSM dengan mencari solusi alternatif.

Bernardo Tavarez pun bisa menurunkan sebelas pemain pertama yang berbeda dari pertandingan sebelumnya atau tetap mengandalkan kekuatan penuh, tetapi maksimal hanya satu babak.

“Saya tengah memikirkan solusi untuk memberi kesempatan kepada pemain lain yang belum tampil,” kata dia.

“Ini menjadi kesempatan mereka untuk menunjukkan permainannya dan merebut tempat utama di dalam tim,” tutur Tavarez menjelaskan.

Meski begitu, ia menegaskan poin maksimal tetap menjadi target utama PSM Makassar atas Persik.

PSM harus pantang menyerah untuk bisa lolos dari babak penyisihan.

Persaingan di Grup D Piala Presiden 2022 terbilang unik. Seluruh tim mengoleksi tiga poin dengan selisih gol yang sama, mencetak satu gol, dan kebobolan satu gol.

Kondisi ini menuntut setiap tim yang ingin lolos dari grup wajib memenangi pertandingan dan jika kalah berarti tersingkir.

“Saat pertandingan dimulai, kami ingin menang, lawan juga ingin menang. Jadi kalau kami ingin hasil yang bagus, kami juga harus tampil sangat bagus,” tutur pelatih 42 tahun itu.

1 Comment

Comments are closed.