Visioner, Bos Klub Liga 3 Pakuan City FC Gandeng Mantan Asisten Jose Mourinho

Korporasi yang dipimpin bos klub Liga 3, Pakuan City FC, secara resmi memperkenalkan Ricardo Manuel Nunes Formosinho. Dia notabene asisten Jose Mourinho, ketika menangani Manchester United dan Totenham.

Pakuan City FC merupakan klub Liga 3 kota Bogor dan bermarkas di Stadion Pajajaran, Bogor, Jawa Barat. Mereka berada di bawah naungan Pakuan Football Enterprises dengan Dodi Irwan Suparno sebagai bosnya.

Saat ini, Pakuan City FC berada di kasta terbawah, yaitu Liga 3 di Indonesia. Hal tersebut tak lantas membuat klub asal Bogor itu berpangku tangan.

Baru-baru ini, Pakuan City secara resmi memperkenalkan pelatih ternama asal Portugal, yaitu Ricardo Manuel Nunes Formosinho, melalui laman Instagram.

Klub berjulukan Kijang Siliwangi ini juga sudha mendatangkan Direktur Olahraga asal Brasil, Jaino Matos. Harapannya tentu saja bisa membangun kultur modern ala Eropa di antara pemain.

Kultur modern yang dimaksud berkaitan erat dengan penanaman kedisiplinan, sikap penuh tanggung jawab, plus kepribadian kuat sejak dini sebagai bekal sebelum memasuki jenjang profesional kelak.

Klub ini memang berniat mengubah kultur di Indonesia ke arah lebih modern sebagaimana kiblatnya sepak bola, yakni Eropa.

Dengan adanya figur sentral seperti Jaino Matos di kursi Direktur Olahraga, Pakuan City FC memulai perjalanan membangun klub dari nol.

Prestasi bukanlah tujuan utama, melainkan membentuk DNA sepak bola profesional sedari awal karier demi kemajuan si pemain itu sendiri.

Terbukti dengan dirilisnya Ricardo Manuel Nunes Formosinho, meski belum diketahui secara pasti mengenai detal peran mantan asisten Jose Mourinho di Pakuan City.

Sekadar mengingatkan, pelatih berusia 65 tahun tersebut sempat menangani Al Khaleej (2007), Santa Clara (2007-2008), Long An (2010), Becamex Binh Duong (2011), Caala (2013), Kuala Lumpur FA (2014-2015), dan Al Hilal (2021).

Pria kelahiran Setubal, Portugal pada September 1956, pernah menjadi tangan kanan The Special One, Jose Mourinho, kala menangani Manchester United periode 2016-2018 dan Tottenham Hotspur (2019-2020).

Ketika dua tahun bersama Jose Mourinho menangani Manchester United, kinerjanya bisa dikatakan apik. Di akhir masa jabatan, tepatnya 2017, Formosinho berhasil membawa The Red Devils duduk di peringkat kedua Liga Inggris.

Dengan catatan 25 kali menang, 6 seri, dan 7 kalah. Serta berhasil memasukkan 68 gol, dan kemasukan 28 gol. Tentunya peningkatan kekuatan Manchester United tak lepas dari andil sang asisten pelatih asal Portugal itu.

Catatan apik tersebut tak lantas ia dapatkan bersama Jose Mourinho ketika menangani tim asal London, Tottenham Hotspur,

Pada 2019-2020, dia dan Mou harus puas ketika hanya membawa Spurs finis di peringkat enam klasemen Liga Inggris dengan perolehan 59 poin.

Berbekal catatan 16 kali menang, 11 imbang, dan 11 kali kalah. Selain itu, The Lilywhites berhasil mengoleksi 67 gol, dan kemasukan sebanyak 41 gol.

Kejutan datang dari kontestan Liga 3 2022, Pakuan City FC yang kabarnya bakal melakukan kolaborasi dengan klub raksasa asal Portugal yaitu Benfica.

Didampingi pelatih asal Brasil, Jaino Matos, Pakuan City FC ingin menggebrak industri sepak bola Tanah Air dengan menjalin kerja sama di Portugal.

Menurut rilis resmi yang didapatkan INDOSPORT, petinggi klub bernama Dodi Irwan Suparno menjelaskan kalau pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Benfica.

Bahkan Benfica siap untuk melebarkan sayapnya di wilayah Asia khususnya di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pemain muda tanah air karena bisa membantu mereka dalam mewujudkan mimpi berkarier di Eropa.

“Benfica akan melebarkan sayapnya ke wilayah Asia dengan membangun Benfica Campus. Hal tersebut merupakan tindak lanjut kolaborasi antara Benfica dengan pegiat Industri Sepakbola di Indonesia, Pakuan Football Enterprise,” ujar Dodi Irwan Suparno.