Apa Benar Shin Tae-yong Kewalahan Latih Timnas Senior?

Shin Tae-yong diminta PSSI fokus menangani Timnas Indonesia U-19 saja. Apa benar pelatih asal Korea itu kewalahan menangani berbagai kelompok usia timnas?

Saat diperkenalkan PSSI pada Desember 2019, Shin Tae-yong diumumkan akan menangani berbagai kelompok usia Timnas Indonesia. Dari Timnas U-19 sampai timnas senior.

Pekerjaan pertamanya adalah Pemusatan Latihan (TC) Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang sejak 13 Januari 2020. TC Timnas U-19 saat itu digelar sebagai persiapan menuju Piala Dunia U-20 2021.

Setelahnya ia beralih menangani timnas senior dalam TC untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang juga sekaligus Kualifikasi Piala Asia 2023. Pada akhirnya kualifikasi itu ditunda ke 2021.

Karena ajang senior ditiadakan pada 2020 lantaran situasi COVID-19, akhirnya Shin Tae-yong fokus bersama Timnas U-19. Timnas U-19 menjalani TC di luar negeri, dari Kroasia hingga ke Spanyol.

Kemudian pada 2021 event sepakbola mulai bergulir lagi. Shin Tae-yong pun sibuk memimpin latihan timnas senior di playoff Piala Asia dan Piala AFF 2020 yang digelar Desember 2021.

Memasuki 2022, sepakbola perlahan-lahan kembali digelar normal. Banyak agenda timnas berbagai kelompok usia yang jadwalnya bentrok, misalnya Turnamen Toulon 2022 dan SEA Games 2021.

Pada akhirnya Dzenan Radoncic yang menangani Timnas U-19 dalam Turnamen Toulon di Prancis. Sementara Shin Tae-yong fokus bersama Timnas U-23 di SEA Games. Beres ajang SEA Games, Shin Tae-yong beralih menangani timnas senior pada babak ketiga Kualifikasi Piala Asia.

Dari berbagai ajang, Timnas Indonesia berbagai kelompok usia era Shin Tae-yong belum punya prestasi berarti. Timnas gagal lagi juara Piala AFF, Timnas U-19 juga gagal di ajang Turnamen Toulon, lalu Timnas U-23 cuma meraih medali perunggu SEA Games.

Nah hal itulah yang dinilai PSSI kalau Shin Tae-yong kewalahan. Dengan alasan itu federasi mau ia fokus ke Timnas U-19 saja untuk persiapan Piala Dunia U-20.

“Sebenarnya kami ingin dia khusus U-20, tapi Shin Tae-yong ingin semua ditangani, dari U-20, U-23, dan Senior. Saya tanya kenapa?” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Kantor Kemenpora, Selasa (7/6/2022).

“Dia (Shin Tae-yong) ingin melihat perkembangan dari junior ke senior, ternyata mungkin sekarang menurut saya keteteran dengan tiga kelompok umur tersebut, kami akan diskusikan, kami akan rekomendasikan, rencananya kalau bisa hanya untuk kelompok umur saja,” ujarnya.

Niatan PSSI itu mendapat kecaman. Ada yang menduga bahwa ini akal-akalan saja agar eks Pelatih Timnas Korea di Piala Dunia 2018 tak betah di Indonesia.

Sementara publik sepakbola Indonesia menilai niatan PSSI adalah bentuk tak hormat kepada Shin Tae-yong. Sebab pelatih sekaliber Shin Tae-yong cuma akan menjadi pelatih Timnas U-19 saja.

Sebagaimana diketahui, Shin Tae-yong terbilang pelatih yang punya catatan bagus. Salah satunya mengantar Seongnam Ilhwa Chunma juara Liga Champions Asia sampai menangai tim di Piala Dunia.

Adapun pengamat sepakbola Tommy Welly menilai niatan PSSI downgrade Shin Tae-yong ke Timnas U-19 adalah main aman. Karena Timnas U-19 sedang bersiap menuju Piala Dunia U-20 sehingga segala persiapannya dibiayai negara.

Apalagi PSSI baru-baru ini diketahui membuka besaran gaji Shin Tae-yong yang mencapai Rp 1 miliar per bulan. Sudah mahal, dianggap tak mengangkat prestasi timnas berbagai kelompok usia, kerap membuka borok federasi pula.

“Karena dibiayai negara lewat Kemenpora, maka secara administrasi PSSI aman. Itu yang saya bilang main aman. Tapi tak etis, objektivitasnya apa?” kata Tommy Welly dalam pernyataannya.

“Shin Tae-yong itu head coach, parameter dan alasannya harus teknikal. Jangan munculkan istilah keteteran, tapi apa ukurannya?” ujarnya.

Terbaru, Shin Tae-yong baru saja mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia lagi setelah absen dalam tiga edisi. Publik sepakbola Indonesia semakin tak terima Shin Tae-yong cuma akan menangani Timnas U-19. (Detik Sport)