Piala Presiden 2022, Kala Serangan Arema FC Kurang Menggigit

Hasil buruk diperoleh Arema FC pada laga perdana Grup D Piala Presiden 2022. Bermain di depan pendukungnya sendiri, tuan rumah harus tunduk 0-1 dari PSM Makassar, Sabtu (11/6/2022) malam.

Wiljan Pluim menjadi pencetak gol tunggal pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tersebut.

Golnya yang tercipta ketika pertandingan baru berjalan 32 detik itu bertahan sampai wasit meniup peluit akhir.

Arema FC bukannya tidak punya peluang membalas. Sejumlah skema serangan dijalankan untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, peluang-peluang tersebut belum bisa dikonversi menjadi gol.

Total empat tendangan tepat sasaran dibuat oleh Gian Zola dkk. Semuanya berhasil dimentahkan kiper PSM Makassar, Muhammad Reza.

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, menyoroti serangan tim yang gagal mencetak gol.

Kegagalan menuntaskan peluang dari kesempatan yang hadir menjadi pembeda signifikan pada laga tersebut.

“Kami menyerang dan menciptakan banyak kesempatan, hanya saja tidak beruntung. Namun, ini lah sepak bola. Kadang bisa cetak gol, kadang juga tidak bisa,” ucap pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

Tidak hanya itu, Singo Edan juga sudah mencoba segala cara untuk mendobrak pertahanan lawan. Salah satunya dengan menurunkan total enam pemain depan pada laga tersebut.

Adam Alis, Hanis Sagara, dan Dendi Santoso diplot jadi trisula Arema FC sejak menit awal. P

Pemain-pemain depan lainnya, seperti Dedik Setiawan, Bramntio Ramadhan, dan Ilham Udin juga dimasukkan setelah turun minum. Namun, tetap saja tim tak bisa menjebol gawang lawan.

Arema FC sebetulnya menguasai jalannya pertandingan.

Eduardo Almeida menganggap gol cepat di awal pertandingan membuat lawan mengubah pendekatan bermainnya.

Tim berjuluk Juku Eja itu cenderung bertahan rapat di sekitar kotak penalti.

“Mereka bermain bertahan dengan sangat bagus. Cukup disiplin. Meski mereka bertahan dengan sangat bagus, kami bisa buat beberapa peluang,” kata pelatih asal Portugal.

Ia juga mengucapkan selamat kepada PSM Makassar yang berhasil memenangkan pertandingan dan kepada Arema FC yang telah bermain maksimal untuk menyamakan kedudukan.

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida.

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida.(KOMPAS.com/Suci Rahayu)

Alhasil, langkah Arema FC untuk lolos dari fase grup terbilang berat. Juara bertahan Piala Presiden 2019 ini wajib memenangkan dua laga terakhir menghadapi Persik Kediri dan Persikabo 1973.

Pemain Arema FC,Dendi Santoso, menegaskan bahwa rekan-rekannya akan berjuang habis-habisan di dua laga tersebut.

Hanya itu satu-satunya cara untuk mengamankan tiket menuju delapan besar Piala Presiden 2022.

“Yang jelas kami kecewa dengan hasil ini, kami sudah bermain secara maksimal,” kata pemain berusia 32 tahun.

“Namun, kami masih ada dua pertandingan lagi. Insya Allah kami harus menampilkan yang terbaik untuk masuk ke fase berikutnya,” pungkasnya.