Gejolak Internal PSMS Medan Ternyata Bukan karena Dualisme

Polemik internal yang terjadi di PSMS Medan saat ini akhirnya turut membuat kelompok suporter PSMS, PSMS Medan Fans Club (PFC) kembali angkat bicara.

Melalui Ketua Umum mereka, Hendra M Sihaloho, menyebut polemik yang terjadi saat ini bukan terjadinya dualisme di kepengurusan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Di mana, katanya, PT. Kinantan Medan Indonesia (KMI) perusahaan yang menaungi PSMS di kompetisi resmi ini diganggu oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab

Terutama saat Kongres Biasa PSSI di Bandung beberapa waktu lalu, sebelum digelarnya Liga 2 musim depan.

“Problem PSMS yang lagi ramai dibicarakan ini bukan merupakan dualisme kepengurusan, tapi PSMS telah diganggu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang buat isu seolah-olah dualisme,” tegasnya, kepada awak media, Jumat (11/6/22).

Terlebih pernyataan salah satu oknum yang hadir di Kongres PSSI tersebut soal saham PT. KMI, sambung Hendra, bukan ranah yang bersangkutan.

“Terkait pernyataan Saudara JR alias K mengenai pemegang saham tersebut itu bukan urusan dia. Karena dia bukan pemegang saham,” ucapnya.

“Yang menjadi persoalan sekarang terkait hadirnya saudara JR alias K dan saudara F di acara kongres atas nama PSMS Medan,” tegasnya.

Menurutnya, PSSI dinilai sudah ‘offside’ dengan mengirim undangan kongres tersebut secara personal, bukan via administrasi pada umumnya.

Sebab pada umumnya perihal surat-menyurat bersifat resmi dikirim via pos atau lewat surat elektronik alias email.

“Terlalu pintar PSSI kalau mengirim email undangan kongres kepada para CEO klub,” tuturnya.

“Biasanya dalam administrasi, undangan kongres itu biasa dikirim ke alamat email klub masing-masing, bukan kepada personal. Aneh saja PSSI bila mengirim email secara personal,” ungkapnya.

Dari itu, tambah Hendra, pihaknya telah membuat pengaduan ke Polda Sumatra Utara (Sumut) atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut.

“Kami telah membuat pengaduan masyarakat kepada Polda Sumut untuk meminta agar di proses secara hukum.

“Apabila terbukti adanya tindak pidana terkait peserta yang hadir atas nama PSMS Medan dalam acara kongres PSSI di Bandung, agar oknum-oknum ini tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

“Kami juga menembuskan surat pengaduan tersebut kepada Bapak Kapolri dan Ketua PSSI,” sambungnya.

“Kami suporter PSMS Medan FANS CLUB akan terus mengawal PSMS Medan dari oknum-oknum yang merusak persiapan PSMS Medan dalam mengarungi Liga 2 yang sebentar lagi akan dimulai,” pungkasnya.