Respon Persebaya Surabaya Soal Kabar PSIS Semarang Ingin Pulangkan Ernando Ari

PSIS Semarang belakangan disebut ingin memboyong kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi. Namun, pihak Persebaya memastikan bahwa sama sekali belum ada tawaran dari PSIS untuk Ernando.

Kiper berusia 20 tahun itu masih memiliki kontrak bersama Bajul Ijo. Namun, PSIS disebut siap menebusnya alias menggelontorkan uang transfer. Hal ini tentu dilandasi oleh kualitas Ernando Ari Sutaryadi ditambah statusnya sebagai putra asli Semarang.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, pun angkat bicara mengenai kabar yang beredar ini. Arsitek berusia 52 tahun itu menyebutkan bahwa tidak ada negosiasi antara pihak PSIS dan Persebaya terkait transfer pemain.

“Setahu saya belum ada pembicaraan dari kedua pihak (PSIS dan Persebaya). Itu pernyataan sepihak saja dari PSIS. Pembicaraan antara manajer juga tidak ada. Tapi, yang jelas Ernando ini masih pemain Persebaya,” ungkap Aji Santoso.

“Ernando ini pemain penting di Persebaya. Tapi, kami sendiri juga punya banyak kiper. Saya tidak tahu manajemen klub keputusannya seperti apa. Kalau saya dihubungi (PSIS), saya juga tidak bisa mengambil keputusan sendiri,” imbuhnya.

“Sebaiknya tidak usah berandai. Kalau memang PSIS tertarik, harusnya ada penawaran dari mereka kepada Persebaya. Kalau cuma sebatas rumor, sebaiknya tidak usah dibahas,” tutur pelatih asli Malang tersebut.

Keputusan PSIS untuk memulangkan Ernando terbilang unik. Pasalnya, klub asal Kota Lumpia itu sebenarnya berkesempatan merekrutnya pada 2019 silam secara gratis. Itu terjadi setelah Ernando membawa Timnas Indonesia U-16 menjuarai Piala AFF U-16 2018.

Persebaya lantas merekrutnya pada awal 2019 untuk bergabung dengan tim U-20. Sebagai pemain kelahiran Semarang, dia awalnya ingin bergabung dengan PSIS Semarang U-16 untuk tampil di Elite Pro Academy U-20 2019.

Sayangnya, kuota pemain di klub tersebut sudah penuh sehingga membuat Ernando gagal bergabung. Proses bergabungnya Ernando Ari Sutaryadi ke Persebaya diwarnai oleh faktor ketidaksengajaan.

“Pertama waktu saya sebelum ke sini (Persebaya), saya bicara ke manajer (PSIS U-16) sehari sebelum pendaftaran Elite Pro Academy Liga 1 U-16 itu. Saya bilang ke manajer,” kata Ernando saat ditanya Bola.com, 7 Januari 2019.

“Kuota sana itu sudah penuh punya 30 pemain. Dan mereka ternyata tidak mau mengurangi kuota. Terus saya dengar bahwa Persebaya masih punya kuota pemain. Saya tidak pikir lama mau gabung ke klub ini,” imbuhnya.

Dari sinilah, catatan sejarah kembali terukir. Ernando bergabung ke skuat Persebaya U-20. Dia pun berhasil menyumbang gelar dengan meraih juara Elite Pro Academy U-20 2019 di bawah arahan pelatih Uston Nawawi.

Mulai 2020, Ernando dipromosikan ke tim senior Persebaya. Tapi, tantangannya tidak mudah karena ada dua kiper berpengalaman lainnya. Mereka adalah Rivky Mokodompit dan Angga Saputro.

Liga 1 2020 tidak berjalan mulus dan Ernando belum sempat membukukan penampilan akibat pandemi. Seluruh kompetisi sepak bola terpaksa mandeg dan baru mulai lagi pada pertengahan 2021.

Jelang Liga 1 2021/2022, Persebaya mendatangkan kiper yang lebih senior juga, yakni Satria Tama. Dari kondisi ini saja sudah terlihat bahwa Ernando harus bersaing.

Maklum saja, Satria Tama adalah eks Timnas Indonesia U-23 yang meraih medali perunggu SEA Games 2017. Dia juga kiper utama Timnas Indonesia U-23 saat menjuarai Piala AFF U-23 2019 di Kamboja.