Pelatih Madura United Tak Gentar dengan ‘Ancaman Pencoretan’ di Turnamen Pramusim Liga 1

Pelatih Madura United, Fabio Araujo Lefundes tidak gentar dengan adanya ancaman terkait pencoretan timnya dalam turnamen pramusim Liga 1 nanti.

Dia tampaknya sudah melakukam riset terhadap pengalaman Tim Laskar Sape Kerrab pada turnamen pramusim sebelumnya.

“Ada sedikit bahaya saat klub mengikuti turnamen pramusim,” ujar Fabio Lefundes.

“Ketika ada hasil yang negatif, ada opini untuk mengganti (pelatih atau pemain),” Pelatih Madura United asal Brasil itu menambahkan.

Dalam sejarahnya, pergantian pelatih hingga pemain kerap mewarnai seusai gelaran turnamen pramusim Liga 1.

Madura United pun termasuk salah satu tim Liga 1 yang pernah mengambil kebijakan serupa.

Gomes De Oliveira pernah mengalami pengalaman dipecat setelah Madura United berlaga di Piala Gubernur Kaltim 2018 lalu.

Kendati pada pertengahan Liga 1 di musim yang sama, dia kembali datang menggantikan Milomir Seslija.

Sedangkan untuk pemain, MU juga pernah langsung mencoret Marcel Sacramento karena dinilai tampil jauh dari ekspektasi saat Piala Presiden 2018.

Rekam jejak itu pun disikapi oleh Fabio Lefundes dengan berpikir secara positif. Ia yakin tidak akan mengalami nasib serupa musim depan.

Lantaran komposisi skuat Madura United untuk Liga 1 musim 2022/2023 mendatang, hampir seluruhnya merupakan proyeksinya sendiri.

Hal itu tergambar dari para pemain asing yang mayoritas dari Brasil, begitu pula staf kepelatihan tim yang merupakan koleganya.

“Saya tidak mau berpikir soal itu. Saya tidak mau seperti itu,” beber pengganti Rahmad Darmawan tersebut.

“Saya mau tim ini tetap lanjut (pada kompetisi), tetap berjuang untuk lebih baik,” tambah dia.

Sementara itu, Fabio Lefundes bahkan mengaku sudah menunggu kepastian bergulirnya turnamen pramusim menjelang Liga 1 2022/2023 itu.

Ia menegaskan bakal menggunakan turnamen pramusim kompetisi Liga 1 untuk menilai bagaimana progres timnya.

“Ini akan bagus bagi sepak bola Indonesia,” bilang Pelatih Madura United asal Brasil tersebut.

Lebih lanjut, Fabio memanfaatkan turnamen untuk menilai bagaimana progres yang dijalani Bayu Gatra dan kawan-kawan.

Mengingat persiapan tim sudah berjalan cukup intensif sejak berlatih di Madura, hingga berlanjut ke Jakarta saat ini.