Timnas Indonesia Ditawari Tiket Otomatis Piala Asia 2023, Malaysia Angkat Tangan

Timnas Indonesia kini sedang menyiapkan diri mengikuti kualifikasi demi meraih tiket ke Piala Asia 2023.

Shin Tae-yong menggelar pemusatan latihan di Bandung dan akan menguji anak-anak asuhnya melawan Bangladesh dalam FIFA matchday di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (1/6/2022) pukul 20.30 WIB.

Setelah 29 pemain diumumkan pada 25 Mei lalu untuk memperkuat Timnas Indonesia, dua hari kemudian baru bisa menjalani TC perdana di Stadion Sidolig, Bandung.

Tujuan utama TC ini adalah persiapan untuk Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait, 8-14 Juni 2022.

Skuad Garuda menghadapi lawan-lawan sangat berat di Grup A, yaitu Yordania, Kuwait, dan Nepal.

Untuk bisa tampil di Piala Asia 2023, Indonesia wajib juara grup atau paling tidak menjadi salah satu dari lima runner-up terbaik.

Sebanyak 24 tim berebut 11 tiket tersisa untuk dapat bermain di ajang sepak bola terbesar Asia itu.

Seperti apa peluang Tim Merah-Putih?

Melihat peta persaingan di grup, sangat berat bagi Indonesia untuk bisa juara grup, termasuk sebagai salah satu runner-up terbaik.

Berbekal kemampuan rata-rata pemain Timnas Indonesia saat ini, termasuk persiapan yang ala kadarnya, maka bisa lolos ke Piala Asia 2023 adalah prestasi luar biasa dan sungguh membanggakan.

Bagaimana jika gagal di kualifikasi, apakah Asnawi Mangkualam dkk langsung mengubur mimpinya dalam-dalam untuk merasakan Piala Asia 2023?

Eits, tunggu dulu.

AFC sudah menawarkan tiket otomatis kepada Timnas Indonesia untuk bisa langsung unjuk gigi Piala Asia 2023.

Caranya harus mau dan terpilih menjadi tuan rumah event empat tahunan itu.

Tentu saja, bukan cuma Indonesia, dalam hal ini PSSI, yang ditawari tiket otomatis lewat jalur tuan rumah, melainkan juga seluruh anggota AFC.

Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John mengatakan telah mengirimkan dokumen penawaran ke 47 negara anggotanya, termasuk Indonesia.

“Kami sedang mengirimkan dokumen penawaran ke 47 negara, tetapi mereka harus menunjukkan minat dan memenuhi semua jaminan,” ujar Windsor, sebagaimana dikutip BolaSport.com dari New Straits Times.

AFC meminta seluruh anggotanya merespons dengan baik dan menunggu jawaban hingga akhir Juni ini.

Nah, ini kesempatan bagi PSSI jika memang berminat menjadi tuan rumah Piala Asia 2023.

Sebetulnya tahun 2016 PSSI pernah mengikuti bidding tuan rumah event itu, tapi dicoret AFC dengan alasan antara lain terkait sanksi FIFA.

China kemudian terpilih menjadi tuan rumah, tapi belum lama ini mundur akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda negerinya, apalagi ada kebijakan zero-Covid dari pemerintah setempat.

Indonesia saat ini memiliki infrastruktur memadai untuk menggelar Piala Asia 2023.

Untuk Piala Dunia U-20 2023 saja Indonesia sudah dinyatakan siap.

Bahkan, enam stadion telah mendapat persetujuan dari FIFA, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar).

Indonesia baru satu kali menjadi tuan rumah Piala Asia, yakni tahun 2007, itu pun keroyokan bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Sebagai peserta Piala Asia sejak 1956, Skuad Garuda baru empat kali berpartisipasi, yaitu tahun 1996, 2000, 2004, dan 2007 karena tuan rumah bersama.

Semuanya berakhir di fase grup dengan hanya dua kemenangan (2-1 vs Qatar 2004 dan 2-1 vs Bahrain 2007) dari total 12 pertandingan.

Negara ASEAN yang pernah menjadi tuan rumah tunggal adalah Thailand (1972) dan Singapura (1984).

Menurut AFC, selain Indonesia, beberapa negara lain juga tertarik menjadi tuan rumah, seperti Malaysia dan Jepang.

Namun, Malaysia kini angkat tangan dan menyatakan tak siap.

Sekjen Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) Saifuddin Abu Bakar mengatakan hampir mustahil bagi negerinya untuk mengambil alih tugas tuan rumah karena beberapa faktor, termasuk keterbatasan waktu dalam persiapan.

“Menurut saya, kami tak akan mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Asia 2023 karena persiapan untuk itu sangat berat,” ucap Saifuddin.

Dia menjelaskan, dalam hal akomodasi Malaysia tak memiliki masalah, tapi ketika masuk ke persiapan lapangan, bisa menimbulkan masalah.

Pasalnya, berdasarkan kriteria yang ditetapkan AFC, tuan rumah harus memiliki 4-5 venue pertandingan dan lapangan latihan yang sama standarnya.

“Dengan waktu yang singkat, saya pikir tidak mungkin untuk memenuhi kriteria yang diwajibkan, tapi itu tergantung pada keputusan yang ditetapkan selama pertemuan Exco FAM mendatang,” sebut Saifuddin.

7 SYARAT JADI TUAN RUMAH PIALA ASIA 2023

1. Memiliki setidaknya lima stadion berkapasitas minimal 20.000 penonton.

2. Stadion untuk pembukaan dan final memiliki kapasitas 40.000 penonton.

3. Harus ada dua lapangan latihan untuk setiap grup.

4. Memiliki beberapa hotel bintang empat atau lima.

5. Menjamin adanya perjalanan gratis dalam negeri dan akses gratis penerbangan internasional dalam dan luar negeri.

6. Penerbangan domestik harus dipastikan di antara kota-kota tuan rumah yang jaraknya lebih dari 200 km.

7. Harus ada jaminan keselamatan dan keamanan penonton yang hadir di stadion.