Dewa United Lirik Indomilk Arena untuk Liga 1 2022, Imbas Dugaan Korupsi Stadion Banten?

Klub promosi Liga 1 2022/23 Dewa United disebut melirik Indomilk Arena untuk gelar laga kandang. Tapi, sejauh ini belum ada keputusan final.

Salah satu sumber INDOSPORT.COM menyebut ada komunikasi antara Dewa United dan Persita Tangerang selaku pemilik Indomilk Arena.

Ketika dikonfirmasi, CEO Dewa United, Ardian Satya Negara belum memberikan jawaban. Tapi, stadion tersebut adalah opsi pertama kali yang dilirik saat manajemen mengakuisisi Martapura FC.

Beberapa waktu lalu, Ardian mengatakan Dewa United memilih Stadion Madya, Senayan dan Banten Internasional Stadium (BIS) jadi kandidat kandang di Liga 1 2022. Tapi, belum ada keputusan akhir.

“Kami masih belum kasih rekomendasi ke LIB. Kami masih bidding, tapi secepatnya dalam bulan ini akan kami tentukan,” kata Ardian.

“Opsinya Madya dan Banten International Stadium, masih dua itu opsinya. Kalau opsi pertama Banten, tapi saya belum tahu lolos verifikasi apa enggaknya oleh PSSI,” imbuhnya.

Stadion Madya merupakan kandang Dewa United saat Liga 2 2021. Mereka jadi tuan rumah babak penyisihan grup.

Sedangkan untuk Banten International Stadium (BIS) manajemen Tangsel Warrior telah melakukan kunjungan beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, belakang tersiar kabar ada dugaan korupsi pembebasan lahan untuk BIS.

Berdasarkan laporan laman Bantenraya.com disebutkan kasus korupsi pembebasan lahan BIS menghabiskan anggaran Rp147 miliar, dengan kerugian negara Rp68 miliar.

Dikatakan direktur Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada, perkara dugaan korupsi itu sebenarnya sudah masuk ke tahap penyidikan di Kejati Banten pada tahun 2019 lalu, tapi tak berlanjut.

Sementara itu, laporan Banpos.co menyebut Kejati Banten sudah tidak melanjutkan penyidikan terkait dengan kasus dugaan korupsi lahan Sport Center (BIS).

Alasannya, kasus itu saat ini tengah ditangani oleh KPK.

Peresmian BIS sempat diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Wilayah Serang. Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk dan menjuluki ‘Stadion Kasbon’.