Stadion BJ Habibie Terancam Gagal, PSM Makassar Siap-siap Bermarkas di Jawa

PSM Makassar sudah mempersiapkan diri untuk bermarkas di pulau Jawa. Manajemen PSM Makassar sejauh ini masih ragu Stadion Gelora BJ Habibie Parepare bisa lolos verifikasi PT LIB.

Stadion Gelora BJ Habibie menjadi satu-satunya opsi PSM untuk tetap bermarkas di Sulawesi Selatan. Selebihnya, opsi lain disasar di Jawa dan Kalimantan.

“Saya belum tahu bagaimana hasil terakhir (verifikasi Stadion Gelora BJ Habibe),” ujar CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin dalam sesi latihan di Bosowa Sport Center (BSC) Makassar, Minggu (15/5/2022).

Pria yang akrab disapa Appi itu mengatakan masih berharap Stadion Gelora BJ Habibie bisa menjadi markas PSM. Namun, jika ternyata hasilnya dinyatakan belum layak maka disebutnya tak apa-apa.

“Kalau pun itu tidak (dinyatakan tidak layak), ya apa boleh buat kita akan menjadi tim yang bermain di luar. Saya sih berharap kalau bisa mainnya di Jawa,” ucap Appi.

Dia mengungkapkan, sedianya ada dua alternatif markas yang akan disasar jika Stadion BJ Habibie dinyatakan tidak layak oleh PT LIB. Alternatif itu berada Balikpapan, Kaltim atau di Pulau Jawa.

“Tapi ada perimbangan-perimbangan khusus, contoh kalau kita main di Jawa, teman-teman suporter (yang di Jawa) juga bisa dekat. Tim juga kalau bergerak tidak harus dengan pesawat,” bebernya.

Untuk diketahui, kondisi bench pemain di Stadion Gelora BJ Habibie belum layak digunakan untuk pertandingan Liga 1. Jika tak segera dibenahi, kondisi ini akan membuat PSM Makassar terancam gagal bermarkas di Sulsel.

Pantauan detikSulsel, Jumat (13/5) di Stadion Gelora BJ Habibie, kondisi bench pemain perlu mendapatkan perhatian khusus. Terdapat dua bench dibagi enam yang berjejer di pinggir lapangan.

Bench pemain cuman terbuat dari besi batangan yang dilas agar terlihat seperti tempat duduk dan tanpa sandaran. Sangat tidak nyaman bagi pemain dan ofisial tim tentunya.

Padahal pada umumnya, bench pemain harus nyaman, kokoh, dan tersusun rapi untuk dapat ditempati pemain dan ofisial dari kedua tim. Paling tidak memiliki sandaran dan tidak sekadar besi batangan.

Ditanya terkait bench pemain tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare Amarun Agung Hamka menyadari, bench pemain memang belum sesuai standar liga. Namun kata dia, akan segera diganti dengan model yang lebih nyaman.

“Iya, kita memang mau ganti bench pemain. Kita tidak gunakan yang lama yang ada saat ini di stadion,” kata Hamka kepada detikSulsel, Jumat (13/5).

Sebelumnya, PSM Makassar juga turut berupaya melengkapi kekurangan untuk bisa memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan PT LIB. Pencahayaan stadion rencananya menggunakan lampu bekas dari Stadion Mattoanging, Makassar.

“Waktu pihak manajemen PSM Makassar datang, mereka tak bawa pengukur lux lampu stadion,” ungkap Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka kepada detikSulsel, Senin (9/5).

Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare tidak menganggarkan renovasi komponen lampu dalam tender revitalisasi Stadion Gelora BJ Habibie. Tanggung jawab pun diserahkan kepada manajemen PSM Makassar untuk menyiapkan sistem pencahayaan.

“Tetapi mereka (manajemen PSM) mengaku jika dibutuhkan, maka lampu stadion punya PSM (bekas dari Stadion Mattoanging) yang akan dipakai di Stadion Gelora BJ Habibie,” sambung dia.

1 Comment

Comments are closed.