Jaino Matos dan Timnya Bangun Pintu Penghubung Sepak Bola Indonesia ke Liga Portugal

Perusahaan pengelola bisnis sepak bola besutan Dodi Irwano Suparno dan Jaino Matos, Pakuan Football Enterprise, resmi mengakuisisi klub kasta kedua Liga Portugal Estrela da Amadora.

Akuisisi ini menjadi penghubung antara sepak bola Indonesia dengan Liga Portugal.

Pakuan Football Enterprise pun siap membuka peluang para talenta Indonesia untuk berkarier di kompetisi negara Cristiano Ronaldo itu.

Sebagai bukti keseriusan, Jaino Matos didapuk sebagai sporting director. Jabatan ini membuat Jaino Matos bisa mendedikasikan diri dalam pengembangan usia muda Indonesia dan merekomendasikan pemain kepada tim.

Namun sebelum itu ia menegaskan para pemain Indonesia harus mampu memenuhi standar Liga Portugal agar bisa bergabung.

“Kita membutuhkan kesiapan yang sangat matang sebelum mengirimkan pemain asal Indonesia di level Eropa, faktor terbesar penyebab pemain gagal bersaing karena belum memiliki kesiapan baik secara mental maupun fisik,” ujar pria asal Brasil.

Sebagai tahap awal, bakal ada dua pemain timnas Indonesia yang diboyong ke Portugal.

Kedua pemain yang masih dirahasiakan identitasnya tersebut dianggap berpotensi dan dapat menyesuaikan diri dengan level sepak bola Portugal.

Akuisisi ini menjadi lompatan besar bagi perusahaan tersebut yang berambisi menjadi epicenter pengembangan pemain muda profesional di Indonesia.

Sebelumnya, mereka juga sudah membangun kerja sama dengan Benfica Academy. Targetnya sama, membuka jalan pesepak bola Indonesia ke Liga Portugal.

Pakuan Football Enterprise adalah perusahaan bisnis sepak bola yang mengusung format football smart solution.

Mereka menyediakan jasa seperti pengembangan usia muda, pembinaan pemain menjadi profesional, manajerial sumber daya pemain, hingga agensi yang menyalurkan pemain.

Salah satu misi besarnya adalah mengorbitkan pemain-pemain Indonesia untuk berkarier di Eropa dan dunia.

Di sisi lain, untuk pengembangan yang lebih baik, tim Estrela da Amadora diberikan target menembus kasta pertama dalam kurun waktu dua tahun.

Target tersebut diberikan sebagai bagian dari ambisi lain Dodi Irwano Suparno dan Jaino Matos melebarkan sayap perusahaannya ke sepak bola profesional Eropa.