Kurnia Meiga Rindu Beto Goncalves dan Boaz Solossa di Persipura: Mereka Bikin Saya Kebobolan 5 Gol!

Pesepak bola Kurnia Meiga Hermansyah mengaku rindu dengan duet mematikan Beto Goncalves dan Boaz Solossa, saat masih di Persipura Jayapura.

Sebagaimana diketahui, Beto Goncalves adalah pesepak bola asal Brasil yang sudah cukup lama bermain di Indonesia sebagai striker, tepatnya sejak tahun 2008 silam.

Beto sempat berlabuh ke Persijap Jepara, lalu menemukan performa terbaiknya saat di Persipura Jayapura, dan berduet dengan Boaz Solossa, striker lokal paling gacor.

Pada suatu kesempatan, Beto Goncalves dan Boaz Solossa membela Persipura Jayapura dan menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kala itu, Arema FC dengan bangga memainkan kiper muda yang sedang naik daun, Kurnia Meiga Hermansyah, sebagai starting line up.

Tapi siapa sangka, Beto Goncalves begitu mudsh menjebol gawang Kurnia Meiga. Laga itu berakhir dengan skor telak 5-0.

Pengalaman itu rupanya membuat Kurnia Meiga trauma akan Beto Goncalves, dan bahkan masih terkenang sampai sekarang.

“Pemain tersulit, Beto, saya memilih dia karena pernah kalah 5-0 dari Persipura,” ucal Kurnia Meiga sembari tertawa lepas.

“Waktu itu saya masih 18 tahun, terus kita main di kandang, musuhnya Persipura, jadi puncak rasa percaya diri saya lagi naik, apalagi baru main,” kenang Kurnia Meiga.

“Pas ketemu, Beto langsung cetak hattrick, pokoknya dia mudah sekali mencetak gol, mungkin top moment Beto lagi di puncak, tahun 2008 itu,” ungkap sang kiper lagi.

Wajar jika Kurnia Meiga merindukan sosok Beto Goncalves dan Boaz Solossa. Sebab, kiper legendaris Arema FC itu kini sudah tidak lagi aktif bermain sepak bola.

Di tengah masa kejayaannya sebagai kiper Arema FC dan Timnas Indonesia, Kurnia Meiga mengalami penyakit misterius.

Sempat bungkam dan menghilang dari line up Arema FC di Liga 1 2017, Kurnia Meiga pun mengklarifikasi jika ia terkena sakit mata yang memaksanya pensiun dini.

Sementara Beto Goncalves dan Boaz Solossa, duet yang bersinar di Persipura Jayapura, sampai kini di usia senior, masih aktif bermain di kancah tertinggi Liga 1.

Walaupun, Kurnia Meiga juga tahu Persipura harus degradasi ke Liga 2 2022. Ia sangat menyayangkan gugurnya Mutiara Hitam.

“Kalau saya secara pribadi, untuk Persipura sangat disayangkan, tim asal Papua harus degradasi, karena kita tahu Persipura punya track record yang sangat bagus,” ucapnya.

Sebagai kiper langganan Timnas Indonesia, Kurnia Meiga tahu betul bahwa Persipura adalah pintu utama bagi para pemain asal Papua untuk menembus skuat Garuda.

“Persipura sudah bukan tim sembarangan, banyak menghasilkan pemain-pemain yang bisa membanggakan untuk negara,” sebut Kurnia Meiga di Youtube Tiento Indonesia.

“Kita banyak melihat seperti Boaz, banyak lagi pemain potensial asal Papua, sangat disayangkan Persipura harus degradasi,” ungkap kiper legendaris Arema FC itu.

Kurnia Meiga Hermansyah dikenal sebagai kiper dengan segudang prestasi. Walaupun sebagai kiper, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 2009/2010.

Kurnia Meiga bahkan berhasil menjuarai Liga Indonesia di musim pertamanya bersama Singo Edan, dalam usia yang sangat muda, yakni masih 19 tahun.

Kurnia Meiga juga jadi pemegang rekor cleansheet terbanyak di Liga Indonesia sejak musim 1994/1995, total ada 18 laga.

Saat memperkuat Timnas Indonesia U-23, Kurnia Meiga pernah dua kali membawa skuat Garuda ke partai puncak SEA Games 2011 dan Piala AFF 2016, walau gagal juara.