Bali United Makin Kuat dengan Kehadiran 4 Pemain Sarat Pengalaman

Bali United resmi rekrut empat pemain sarat pengalaman di kancah sepak bola Indonesia jelang pagelaran Liga 1 2022: Jajang Mulyana, Novri Setiawan, Ardi Idrus, dan Ramdani Lestaluhu.

Pelatih Stefano Cugurra menyebut kehadiran empat pemain senior ini menyempurnakan skuad dalam mengarungi Liga 1 2022.

Keempatnya memang diketahui sebagai pemain yang sudah malang melintang di sepak bola Indonesia.

Bek tengah Jajang Mulyana dikenal sebagai petarung di lini belakang. Selama tiga musim terakhir, Jajang menjadi andalan lini belakang Bhayangkara FC.

Ia juga berperan besar saat The Guardian menjadi juara Liga 1 2017 silam.

Musim lalu ia mencatatkan 17 penampilan dengan sumbangan satu assist dengan gaya bermain sangat lugas dalam mengamankan area pertahanan.

Namun, karakternya yang tanpa kompromi sering membuat pemain berusia 33 tahun ini diganjar kartu kuning.

Total tujuh kartu kuning ia koleksi, dua diantaranya berakhir dengan akumulasi menjadi kartu merah.

Koleksi kartu itu membuatnya absen selama empat pertandingan karena akumulasi kartu. Namun, Bali United sedang membutuhkan pemain dengan karakter seperti jajang.

“Jajang lumayan lama di Bhayangkara FC, ia sering bermain inti. BFC juga tim yang bisa di papan atas,” ujar pelatih yang biasa disapa Teco.

“Dia punya prestasi bagus di BFC, kami butuh pemain seperti dia untuk membantu kami,” imbuhnya.

Selanjutnya, Novri Setiawan menjadi andalan sektor kiri pertahanan Persija Jakarta musim lalu.

Sayang, ia hanya mencatatkan 16 penampilan dan satu assist karena banyak berkutat dengan cedera. Stefano Cugurra pun punya alasan sendiri memilihnya.

Pemain berusia 28 tahun itu adalah bagian tim Macan Kemayoran saat menjadi juara Liga 1 2018 di bawah kepelatihan Cugurra.

Sehingga, sang pelatih idak meragukan performa pemain kelahiran Padang itu. Kemampuannya bermain di semua posisi flank menjadi nilai lebih.

“Novri pernah bekerjasama dengan saya di Persija, dua tahun dia sama saya. Dia pemain yang bisa bermain di wing, bek kanan. Waktu di Persija dia sudah membantu banyak,” terang pelatih asal Brasil tersebut.

Ramdani Lestaluhu saat berpamitan dengan rekan-rekannya di Persija Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Ramdani Lestaluhu saat berpamitan dengan rekan-rekannya di Persija Jakarta, Rabu (5/1/2022).(Dok. Persija Jakarta)

“Dia sudah menyelesaikan kontrak dengan Persija. Dia dikontrak untuk membantu kami. Kami juga kehilangan posisi bek kanan, saya pikir Novri bisa menutup pemain yang keluar,” tambahnya.

Alasan senada juga diungkapkan Stefano Cugurra dalam perekrutan Ramdani Lestaluhu.

Ia membutuhkan tambahan tenaga di sektor gelandang setelah Kadek Agung Widnyana Putra berkutat dengan cedera lutut cukup parah.

Pilihan tersebut jatuh kepada pemain berusia 30 tahun yang menjadi bagian tim Persija Juara Liga 1 2018 besutannya.

“Kami kehilangan Kadek dari tahun lalu, dia cedera dan masih menjalani masa setelah operasi. Saya pikir tahun ini susah untuk dia bisa main, karena itu kami butuh pemain yang bisa menutup posisi Kadek,” ungkapnya.

Terakhir ada Ardi Idrus yang musim lalu tampil apik bersama Persib Bandung.

Ia menjadi bagian penting kesuksesan Persib Bandung sebagai pesaing terkuat Bali United dalam perebutan juara Liga 1 2021-2022.

Musim lalu, Ardi dipercaya Robert Rene Albert mengamankan sektor kiri pertahanan Persib Bandung dengan catatan 25 penampilan dengan waktu merumput 1979 menit.

Kehadiran pemain berusia 29 tahun tersebut memperkaya pilihan Stefano Cugurra dalam meracik strategi.

“Ardi Idrus sering inti di Persib. Apabila kami kehilangan bek kiri atau kanan, dia bisa menutupi,” pungkasnya. (kompas)