Update Kasus Tunggakan Gaji 19 Pemain Liga 3, Pekanbaru United Siap Lunasi

Pemilik Tim Liga 3 Pekanbaru United, Herman Dzumafo Epandi, berjanji akan melunasi tunggakan gaji 19 pemain yang belum dibayarkan pada musim lalu.

Sebelumnya laporan dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait tim Liga 3 yang tidak membayarkan gaji pemain.

PSSI akhirnya melakukan penelurusan dan hasilnya ada tim yang berdomisili di Pekanbaru yang tidak memberikan gaji kepada pemain.

Bahkan ada klub yang membayar gaji sebesar Rp250 dan masih ditunggak.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi sempat angkat bicara terkait hal ini.

Dia menegaskan agar Asprov bisa turun tangan dan menyelesaikan masalah ini.

“Klub Liga 3 itu amatir. Itu sebabnya kami akan koordinasi dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) setempat.”

“Karena itu domain mereka. Kami (PSSI) ingin kasus segera diselesaikan oleh pemilik klub,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi dilansir BolaSport.com dari laman PSSI, pada 14 April 2022.

Kabar terbaru datang dari APPI yang mengawal masalah ini.

Kasus penunggakan gaji terhadap 19 pemain tim Liga 3 Pekanbaru United akhir menemui titik terang.

APPI sebelumnya melakukan pertemuan dengan pemilik klub Pekanbaru United yakni Herman Dzumafo Epandi.

Hasilnya, pihak klub akan segera melalukan upaya untuk pelunasan sisa tunggakan gaji kepada semua pemain.

Sebelumnya gaji pemain sudah mulai dibayarkan pada awal bulan Mei lalu.

“Sejak bulan April 2022, APPI mulai menjalin komunikasi dengan pemilik dari Klub Pekanbaru United yakni Herman Dzumafo Epandi yang juga berprofesi sebagai pesepakbola profesional di Liga 1 Indonesia.”

“Pada tanggal 26 April 2022 terjadi pertemuan antara APPI dan Dzumafo di kantor APPI yang membahas sengketa tunggakan gaji tersebut.”

“Dalam pertemuan tersebut, Dzumafo mengakui bahwa adanya kesalahan dalam nominal awal pada kontrak para pesepakbola Pekanbaru United tersebut dan telah ditemukan kesepakatan mengenai nominal pembayaran dan telah dibayarkan sebagian pada awal bulan Mei sebelum Hari Raya Idul Fitri 2022,” dilansir BolaSport.com dari laman APPI.

19 pemain yang belum dibayarkan gajinya rata-rata berusia dibawah 20 tahun.

Mereka menuntut agar gaji satu musim yakni pada Liga 3 2021/2022 untuk segera dibayarkan.

APPI berharap kasus seperti ini tidak terjadi kedepannya.

Semua pemain harus membaca dan menganalisa isi kontrak yang diberikan.