Dibandingkan dengan Pemain Celtic, Aaron Evans Disorot Media Australia

Kesuksesan calon bek Persis Solo, Aaron Evans di Indonesia ternyata tengah jadi sorotan dan dibandingkan dengan pesepakbola wanita Australia, Jacynta Galabadaraachchi

Melansir laman berita Australia, ABC, terhitung ada sekitar 200-an pesepakbola negeri Kanguru yang saat ini bermain di luar negeri.

Peningkatan jumlah ini dipengaruhi kesuksesan beberapa bintang sepakbola Australia, seperti eks Liverpool, Harry Kewell dan eks Leeds United, Mark Viduka pada awal 2000-an, menilik data yang dikeluarkan asosiasi pesepakbola profesional Australia.

Kendati demikian, jumlah ini kemudian juga memengaruhi para pesepak bola perempuan, yang kemudian tertarik menjajal peruntungan bersama tim luar negeri.

“Meskipun A-League (Liga Australia) semakin kuat sejak munculnya pemain bintang, jumlah pemain yang mencoba keluar negeri cukup konsisten, sekitar 200,” ujar Pimpinan PFA, Beau Busch.

“Motivasinya pun beragam dan ada banyak pemain yang mencoba peruntungan luar negeri karena gaya hidup, seperti banyak pemain lain lakukan dan mencari relasi.”

“Ada banyak orang yang mencoba bermain di tingkat tertinggi, dan ada pemain lain yang melakukan semuanya,” imbuh Busch.

Namun demikian, data menyebutkan bahwa ambisi para pemain tidaklah universal, karena banyak juga pemain yang mencoba meneruskan karier di liga lokal atau Liga Australia, baik pemain laki-laki maupun perempuan.

Ironisnya, banyak pemain muda perempuan yang mewakili Australia kemudian mencoba peruntungan untuk bermain di luar negeri.

Pelatih timnas perempuan Australia, Tony Gustavsson menyebut bahwa banyak pemain sepakbola perempuan mencari tempat baru saat Liga perempuan Australia selesai.

Aaron Evans Dibandingkan dengan Pemain Glasgow Celtic

“Saya pikir salah satunya mereka ingin bermain di tingkat setinggi mungkin dan mencapai bakat terbaik yang dimiliki,” ujar Gustavsson.

“Karena jika mereka tak mencoba keluar negeri dan bermain di tingkat elit, pengembangan seperti apa yang akan terjadi?”

“Apa yang kami lihat dalam beberapa waktu belakangan ada banyak pemain perempuan yang bermain di luar negeri dan akan terjadi pengembangan dalam beberapa waktu mendatang,” imbuh Gustavsson.

Salah satu pemain sepak bola perempuan yang menjajal peruntungan di luar negeri adalah pemain 20 tahun, Jaynta Galabadaarachchi yang mendapat sukses pada musim 2021/2022 ini.

Sang pemain hengkang dari Australia untuk bermain bersama West Ham di Inggris, sebelum mencoba peruntungan bersama klub Liga Italia, Napoli.

Namun demikian, Jaynta kemudian harus merasakan pandemi Covid-19 yang membuatnya kembali ke Australia sebelum meraih sukses bersama Glasgow Celtic.

Pengalaman lain dirasakan oleh eks bek A-League, Aaron Evans yang bahkan tak merasakan kompetisi Liga Australia.

Evans mencoba bermain di luar negeri sejak berumur 18 tahun ketika ditawari peluang yang akan mengubah hidupnya.

“Saya hanya lapar dan ingin menjadi pemain sepak bola profesional di manapun di dunia ini, saat masih menjadi pemain muda,” ujarnya.

“Agen saya kemudian berujar ada kontrak profesional untuk saya, yang harus segera ditandatangani.”

“Saya kemudian duduk sebentar dan berkata tentu saja, tidak perlu dikhawatirkan, ayo!” imbuh calon pemain Persis Solo ini.

Aaron Evans Malang-Melintang di Sepak Bola Asia

Aaron Evans kemudian menghabiskan nyaris 10 tahun di sepak bola Asia dan banyak berkompetisi di Liga 1 dalam beberapa tahun belakangan.

Liga 1 sendiri menjadi salah satu liga top dengan populasi penonton yang besar, dengan beberapa pertandingan dihadiri hingga 70 ribu orang. (Indosport)