Langsung Bidik Juara, Thomas Doll Tergugah Pelatih Legendaris Belanda

Pelatih anyar Persija Jakarta, Thomas Doll, tertantang untuk bisa memecahkan rekor mantan pelatih Bandung Raya, Henk Wullems, yang langsung meraih gelar juara pada musim pertama berkarier di Liga Indonesia.

Sekadar mengingatkan, Persija Jakarta telah resmi mengikat Thomas Doll sebagai pelatih anyar. Dia meneken kontrak lumayan panjang berdurasi tiga musim.

Penunjukkan Thomas Doll tergolong perjudian besar bagi Persija Jakarta. Berkaca dari rekor, hanya sedikit pelatih dari Eropa yang bisa sukses di Indonesia.

Bahkan, baru dua pelatih asal Eropa yang bisa meraih gelar di tahun pertamanya berkarier di Indonesia berdasarkan catatan sejarah.

Keduanya yaitu Henk Wullems saat menangani Bandung Raya edisi 1995-1996. Lalu ada Robert Rene Alberts yang sukses bersama Arema Malang (2009-2010).

Terkait hal ini, Thomas Doll pun berharap bisa langsung meniru sukses dua kompatriotnya. Dia ingin mengantarkan Persija Jakarta ke podium juara Liga 1 2022-2023.

“Saya berharap bisa mengikuti jejak mereka, dan saya siap untuk bisa meraih kesuksesan bersama Persija,” ucap Thomas Doll, Kamis (5/5/22).

Bila berhasil membawa Persija Jakarta merengkuh gelar juara di tahun pertama, tentu saja CV kepelatihan Thomas Doll akan bertambah mentereng.

“Prestasi ini juga bagus bagi saya karena saya juga sudah melalui banyak momen fantastis selama karier manajerial. Hal tersebut bisa membantu tim ini naik ke level selanjutnya,” ungkap Thomas Doll.

Seperti diketahui, Thomas Doll merupakan pelatih berpengalaman dengan latar belakang lumayan mumpuni. Dia mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro.

Selain pernah menangani Borussia Dortmund, Doll juga pernah memimpin Hamburg SV, Hannover, Ferencvaros, hingga APOEL. Rekam jejak ini bisa membantu ia menorehkan tinta emas di Indonesia.

“Sungguh sesuatu yang baik. Saya juga akan berkaca kepada dua pelatih Eropa yang sukses di Indonesia itu agar bisa mencatatkan sejarah di Persija,” cetusnya.

“Semoga kita semua bisa melakukan pekerjaan yang baik bersama-sama, saling tertawa, dan juga bagi saya sebagai pelatih. Saya juga siap menghadapi pertanyaan sulit dari wartawan saat kami kalah,” tutup Thomas Doll.