Javier Roca Bantah Pemain dari Tim Degradasi Tak Berkualitas

Persik Kediri mendatangkan tiga pemain dari tim degradasi musim lalu pada bursa transfer 2022.

Banyaknya anggapan bahwa pemain-pemain dari tim degradasi tidak berkualitas.

Pelatih Persik Kediri, Javier Roca, angkat bicara dan membantah anggapan bahwa pemain-pemain dari tim terdegradasi tidak berkualitas.

Ia menilai kualitas individu pemain tidak bisa diukur dari prestasi buruk yang dicapai tim sebelumnya.

Hal ini yang membuat manajemen tim berjuluk Macan Putih sudah mendatangkan tiga pemain dari Persiraja Banda Aceh dan Persela Lamongan.

Ketiga pemain tersebut yakni M Rifaldi yang direkrut dari Persiraja Banda Aceh, Riyatno Abiyoso dan Rahel Radiansyah yang direkrut dari Persela Lamongan.

Javier Roca menilai, ketiga pemain tersebut memiliki kualitas individu yang cukup baik dan dapat bisa membantu tim pada Liga 1 2022-23.

Ia mengambil contoh M Rifaldi. Meski Persiraja Banda Aceh terdegradasi, ia menilai kemampuan sang pemain yang bisa bermain di posisi sayap maupun penyerang lubang sangat dibutuhkan.

Ini yang membuat Persik merekrut M Rifaldi sebagai bagian dari skuad untuk musim depan.

Sementara untuk duo mantan Persela, ia menilai mereka tampil cukup impresif musim lalu walaupun gagal menyelamatkan tim dari degradasi.

Kehadiran keduanya juga membuat banyak opsi di sektor sayap. Musim lalu, Persik bergantung pada sosok Antoni Putro Nugroho dan pemain veteran, Faris Aditama.

“Kami ambil Rifaldi karena kalau lihat kontribusi dia di lapangan itu sebenarnya bukan hal yang biasa. Dia ada 8 assist musim lalu dan dia juga bisa main di dua posisi,” ujar pelatih asal Chile.

“Satu tim itu degradasi bukan kesalahan penuh dari pemain. Kita tahu tim yang degradasi banyak masalah di luar dibandingkan di dalam.”

“Makanya saya juga berani ambil Abiyoso (Riyatno) sama Rahel (Radiansyah) di mana penampilan mereka juga luar biasa sebenarnya,” imbuhnya.

Javier Roca menegaskan bahwa dalam perburuan pemain, Persik mengutamakan kualitas yang dimiliki dan tidak bergantung dari kasta berapa pemain tersebut bermain.

Jadi, ia mengaku tak ragu merekrut pemain tersebut meski dari Liga 2. Baginya, yang terpenting adalah pemain yang direkrut sesuai dengan kebutuhan tim.

“Kita enggak menilai dari mana timnya. Bisa dari Liga 2 kalau kita lihat punya potensi dan kita nilai cocok untuk berkembang sama kita, kenapa tidak,” pungkas pelatih berusia 44 tahun. (Kompas)