Kejar Karier, Cita-Cita dan Negara, Saddil Ramdani Rela Lintas Tiga Negara

Bulan Mei 2022 bakal menghadirkan ujian yang sangat berat bagi seorang Saddil Ramdani. Sebab ia memiliki sejumlah agenda yang membuat jadwalnya super padat.

Ia harus membagi waktu antara kariernya di Sabah FC di Malaysia, bela negara bersama Timnas Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam dan menyelesaikan pendidikannya di Kota Malang.

Semua agenda penting tersebut secara kebetulan harus dilaksanakan dalam waktu yang hampir bersamaan. Menguji kesungguhkannya untuk menjalani jalan yang sudah dipilih.

Seperti diketahui Saddil Ramdani sudah mendapatkan izin dari Sabah FC untuk membela TImnas Indonesia U23 di SEA Game 2021 Vietnam yang akan dimulai pada Jumat (6/5/2022) besok.

Izin yang diberikan oleh Sabah FC bersyarat. Sebelum tanggal 10 Mei, Saddil harus berada di Kinabalu, Sabah karena harus membantu The Rhinos tampil di FA Cup dan Liga Super Malaysia hingga 17 Mei 2022.

Setelah itu ia diperkenankan kembali ke Vietnam untuk membantu Timnas Indonesia U23.

Di sela-sela agenda besar tersebut, ia juga harus membagi waktu untuk menyelesaikan pendidikannya.

Pada tanggal 9-14 Mei Ia dijadwalkan akan menjalani sidang skripsi yang menjadi tahap akhir pendidikannya di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Malang.

Sidang ini dilakukan wajib secara tatap muka sebagai syarat kelulusan. Mau tidak mau pemain 22 tahun itu pun harus menyempatkan diri untuk terbang ke Kota Malang diantara tanggal itu.

“Sebenarnya Saddil itu fokus untuk menyelesaikan ujian skripsi dari tanggal 9 sampai 14, jadi saya harus ke Malang tanggal 9,” terang pemain asal Raha, Sulawesi Tenggara kepada Kompas.com.

“Jadi kemarin itu Saddil mau fokus untuk menyelesaikan kuliah, tapi tiba-tiba ada panggilan untuk bergabung di sini (Timnas U-23),“ imbuhnya.

Saddil Ramdani mengakui, padatnya jadwal ini sempat membuatnya berat memenuhi panggilan Timnas Indonesia. Apalagi saat itu pihak Sabah FC juga belum memberikan restu.

Namun berkat doa dan dukungan yang terus mengalir satu persatu jalan keluar muncul. Ia mendapatkan kesempatan membela Timnas U23 tanpa mengurangi tanggung jawabnya di Sabah FC, sekalipun harus membagi tenaga dan pikiran menjadi dua.

Begitu pula dengan pendidikannya, Saddil Ramdani sudah memutuskan memulai pendidikan dan siap mengakhirinya dengan penuh tanggung jawab. Sekalipun artinya kini ia harus membagi tenaga dan pikirannya menjadi tiga.

“Ya dijalani dengan hati yang tulus dan kuat,” ujar mantan pemain Persela Lamongan.

“Saya harus hadir tetap ke Malang, karena jadwalnya kami serempak dari tanggal 9 sampai tanggal 14 Mei,” imbuhnya.

Saddil Ramdani sendiri belum tahu bagaimana membagi waktu untuk ketiga agenda itu.

Tapi yang jelas ketiga agenda tersebut sama-sama diprioritaskan, sehingga ia pun bakal menjalaninya dengan sebaik mungkin.

“Ya semoga berjalan lancar, semoga mental saya semakin baik setelah ini dan saya bisa menjalani semua ini dengan baik,” harap pemain berusia 23 tahun.

Saddil pun senang mendapatkan support system yang baik dari orang-orang disekitarnya. Bahkan Saddil mengklaim sampai mendapatkan wejangan dari pelatih Sabah FC, Ong Kim Swee dan mantan pelatihnya, Kurniawan Dwi Yulianto.

“Saya juga diberikan wejangan dari coach Ong dan Coach Kurniawan. Mereka bilang kepada saya untuk tetap fokus menjalaninya,” pungkasnya.