Bek Jebolan Liga Myanmar Ungkap Alasan Gabung PSS Sleman

Bek tengah, Dedy Gusmawan baru saja diresmikan sebagai pemain baru PSS Sleman. Dia lantas mengungkap alasan mau bergabung tim Elang Jawa.

Dedy Gusmawan mengatakan mau bergabung dengan PSS Sleman karena adanya sosok Ansyari Lubis di jajaran pelatih. Keduanya pernah bekerja sama di PSDS Deli Serdang pada 2005 silam.

Ansyari disebut jadi mentor semasa Dedy mengawali karier. Dan kini, bek 36 tahun itu merasa masih tetap butuh bimbingan seniornya.

“Ansyari Lubis adalah salah satu sosok idola saya di sepak bola Indonesia. Menurut saya beliau adalah pemain yang luar biasa dan saat ini belum ada pemain di timnas yang mampu menggantikan peran beliau dahulu ketika bermain,” ujar Dedy dalam rilis klub.

“Saya pernah satu tim bersama beliau dulu di PSDS. Jadi, saya sedikit tahu gaya bermain beliau seperti apa,” imbuhnya.

Selain sosok Ansyari Lubis, faktor keluarga juga jadi alasan Dedy Gusmawan memutuskan bergabung dengan tim Super Elang Jawa untuk Liga 1 musim depan.

Keseriusan manajemen PSS Sleman membuat Dedy luluh. Dengan usia yang hampir senja di sepak bola, dia tak may menyia-nyiakan kesempatan yang datang.

“Keluarga saya mendukung untuk saya mencari tantangan baru. Sehingga akhirnya pinangan PSS saya terima dan saya ingin membawa PSS jadi lebih baik lagi musim depan,” tutur Dedy Gusmawan.

Jebolan Liga Myanmar bersama Zeyar Shwe Myay FC pada 2015 lalu itu sudah lama jatuh hati dengan tim ‘Hijau Sleman’ sehingga tak berpikir panjang ketika ada tawaran serius.

“Sebelum Liga 1 kemarin usai, saya memang memiliki keinginan untuk bermain di PSS. Apalagi ketika tim lama saya bertemu dengan PSS, keinginan untuk bergabung di PSS sangat kuat,” jelasnya.

Dedy Gusmawan didatangkan karena PSS Sleman butuhan pemain senior untuk mendampingi bek asing PSS, Mario Maslac di posisi bek tengah. Diharapkan kombinasi keduanya memperkokoh tembok tim Super Elja.

Dengan banyaknya pengalaman, baik berkiprah di sepak bola Indonesia maupun luar negeri, Dedy Gusmawan ingin berbagi dengan pemain muda. Menurutnya hal tersebut sebagai ajang berbagi dan menambah ilmu.

“Selalu berpikir bahwa diri saya masih kurang, apalagi banyak pemain muda yang secara fisik memiliki kelebihan dari saya. Dari situ termotivasi bahwa saya masih belum ada apa-apanya dengan mereka makanya terus berusaha dengan menambah latihan,” pungkasnya.